Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan rancangan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2027 lebih tajam, konkret, dan realistis.

“Sesuai dengan situasi dan kondisi, namun tetap mempertahankan tujuan utama pembangunan nasional kita,” ucapnya dalam agenda Rapat Koordinasi Pembangunan Pusat (Rakorbangpus) 2026 dalam rangka Penyusunan RKP Tahun 2027 di Jakarta, Kamis.

RKP 2027 disebut akan tertuang dalam buku yang berfokus membahas program kerja prioritas nasional (PKPN) yang merupakan program konkret, investasi cerdas, dan bukan sekedar belanja pemerintah.

Buku kedua ialah arah pembangunan nasional dan daerah yang membuat program atau kegiatan strategis yang memiliki nilai tambah terhadap pencapaian tujuan pembangunan nasional, sehingga dipastikan setiap rupiah mempunyai output yang jelas dan berdampak.

 

Melalui koordinasi erat dengan Kementerian Keuangan dan pimpinan lembaga terkait, Bappenas menyampaikan bahwa perencanaan dan penganggaran sudah sejalan dan mencapai tujuan pembangunan yang diharapkan.

Tema RKP 2027 berfokus pada “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas Melalui Produktivitas, Investasi, dan Industri”, sedangkan tema Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) adalah “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”.

“Meskipun ada sedikit perbedaan, namun keduanya tetap memiliki semangat yang sama, nafas yang sama, menuju pertumbuhan yang tinggi untuk mencapai kesejahteraan masyarakat yang lebih adil dan merata,” kata Menteri PPN.

Dalam implementasinya, lanjut dia, program prioritas pembangunan disusun secara terencana, terstruktur, dan taat aturan.

Hal ini tercermin dalam perencanaan yang runut dan berlandasan hukum, dimulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahap 1 2025-2029 dan Asta Cita, Program Prioritas, dan 320 program kerja .

Sejumlah rencana dan program yang telah disusun kemudian ditranslasikan menjadi Peraturan Presiden (Perpres) 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029, dan dirincikan dalam Perpres Rencana Kerja Pemerintah.

“Oleh karena itu, rencana program jangka menengah nasional, tema RKP dan Prioritas Pembangunan 2027 yang akan saling terkait dimana RKP 2027 berfokus pada produktivitas, investasi, dan industri dan dilaksanakan secara konkret melalui 8 kluster program kerja prioritas nasional,” ujar dia.

Ke-8 kluster dengan total 60 program tersebut yaitu kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, terhadap bencana ekonomi kerakyatan dan desa, penurunan jumlah orang miskin, serta infrastruktur, perumahan, dan ketahanan.

 

Keberhasilan seluruh agenda PKPN didukung fondasi pertahanan keamanan, pendekatan hukum, tata kelola, digitalisasi, dan diplomasi ekonomi.

“Presiden telah menegaskan pembangunan tidak boleh berhenti pada perencanaan, tapi harus terlihat hasilnya untuk periode tahun 2025-2029. Presiden juga telah menetapkan pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen, diiringi dengan pengurangan jumlah penduduk miskin dan penyediaan lapangan kerja,” ucapnya.

“Melalui implementasi dan program yang tepat, kami sampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi 8 persen dalam RPJMN melalui program kerja yang kami buat seoptimis mungkin, tetapi tetap realistis,” kata Rachmat Pambudy.

 



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bappenas: Rancangan RKP 2027 lebih tajam, konkret, dan realistis

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026