Istanbul (ANTARA) - Kedutaan Besar Iran di Seoul membantah keterlibatan militer negaranya dalam insiden yang merusak kapal Korea Selatan (Korsel) di Selat Hormuz.
Dalam pernyataan pada Kamis (7/5), Kedubes Iran mengatakan pihaknya "menolak dan menyangkal secara tegas" seluruh tuduhan mengenai keterlibatan angkatan bersenjata Republik Islam Iran dalam insiden tersebut.
Disebutkan, sejak dimulainya "tindakan agresif" Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu, Teheran telah menegaskan bahwa Selat Hormuz merupakan "bagian integral dari geografi pertahanannya" dalam menghadapi para penyerang dan pendukung mereka.
Menurut Kedubes Iran, kondisi keamanan di jalur perairan strategis itu terdampak oleh meningkatnya ketegangan yang disebabkan "pasukan musuh dan sekutu mereka."
Pelayaran yang aman melalui selat tersebut, menurut pernyataan itu, memerlukan "kepatuhan penuh terhadap regulasi yang berlaku" serta koordinasi dengan otoritas Iran.
Iran juga kembali menegaskan komitmennya untuk menjamin keselamatan dan keamanan navigasi maritim di kawasan sesuai hukum dan regulasi internasional.
Pada Selasa, kantor berita Korsel, Yonhap, melaporkan bahwa kebakaran akibat ledakan di kapal curah berbendera Panama, HMM Namu, di Selat Hormuz berhasil dipadamkan tanpa adanya korban.
Insiden itu terjadi pada Senin malam saat kapal berlabuh di lepas pantai Uni Emirat Arab.
Seluruh 24 awak kapal, termasuk enam warga Korsel dan 18 warga negara asing, dipastikan selamat.
Kementerian Luar Negeri Korsel mengatakan kebakaran terjadi sekitar pukul 20.40 waktu setempat pada Senin.
Ketegangan kawasan meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang dibalas Iran dengan serangan terhadap aset AS dan gangguan pelayaran di Selat Hormuz.
Sejak 13 April, AS memberlakukan blokade angkatan laut terhadap lalu lintas maritim Iran di jalur perairan strategis tersebut.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran bantah terlibat serangan ke kapal Korsel di Selat Hormuz
Pewarta: Yashinta DifaEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026