Gorontalo, (Antara News) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo, Provinsi Gorontalo, akan menggelar lomba "Tumbilotohe" atau malam pasang lampu dan bunggo (meriam bambu) pada tiga malam sebelum perayaan idul Fitri 1439 Hijriah.

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Gorontalo, Haris Tome, mengatakan lomba tersebut digelar untuk tingkat kabupaten dan akan dipusatkan di Taman Menara Pakaya, guna mengangkat budaya khas jelang idul Fitri di Gorontalo yang telah dilakukan turun temurun sejak dulu kala.

"Lomba ini akan diikuti oleh tingkat kecamatan dan juga desa serta dibuka untuk umum, dan telah menjadi agenda pariwisata," ujar Haris.

Ia menjelaskan, untuk setiap kecamatan yang ada, akan mengutus satu desa yang diikutkan pada lomba di tingkat kabupaten.

"Penilaian yang dilakukan untuk lomba tumbilotohe yaitu lampu tradisionalnya, pernak-pernik dan ornamen yang unik," kata dia, lagi.

Selain itu kreatifitas dari peserta juga akan dinilai. Sedangkan untuk minyak tanah sebagai bahan bakar lampu juga akan diberikan oleh pemerintah sebanyak 1 drum per kecamatan.

"Sedangkan untuk lomba bunggo atau meriam bambu, kita akan menilai bunyi yang dihasilkan," pungkasnya.

Tumbilotohe adalah tradisi menyalakan lampu minyak oleh masyarakat Gorontalo di depan rumah maupun jalan tiga hari menjelang Idul Fitri.

Sementara itu, beberapa warga mengapresiasi kegiatan yang mengangkat budaya atau ritual jelang perayaan idul fitri ini, akan terus menggema.

"Kegiatan ini menjadi ciri khas dan menjadi agenda kalender wisata di daerah, sehingga layak dilestarikan melalui perlombaan," ujar Andi, warga setempat.

Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor : Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2026