Salah satu anggota timses yang juga pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Gorontalo Utara, Alosius Marten Budiman, Jumat, mengaku, pihaknya sudah menyusun jadwal `roadshow` yang akan dilakukan secara acak di 11 kecamatan, disesuaikan dengan jadwal kampanye dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
Ia optimistis, jika tim kampanye yang solid didukung koalisi partai di kabupaten ini, termasuk seluruh Provinsi Gorontalo, akan menguatkan kemenangan Jokowi-JK.
Diskusi merakyat bersama para pedagang di sejumlah pasar tradisional, tetap akan dilakukan meski tanpa kehadiran Jokowi-JK.
Hal itu dilakukan Alosius, sebab pendukung pasangan capres-cawapres ini sangat dikenal luas di seluruh lapisan masyarakat, termasuk para pedagang kecil.
Pihaknya berupaya menarik dukungan masyarakat Desa Mutiara Laut, Kecamatan Tomilito yang akan memilih golput akibat kekecewaan pada pemerintah daerah, karena lambatnya pembangunan infrastruktur jalan penghubung di wilayahnya.
Masyarakat harus diberi pencerahan dan pendidikan politik untuk mau berpartisipasi pada pilpres kali ini, termasuk mengobati kekecewaan mereka melalui komunikasi yang intensif.
"Bukan untuk menjual janji, namun berupaya meyakinkan masyarakat jika Jokowi-JK akan memberikan perhatian penuh pada pembangunan di daerah secara merata dan berkeadilan," ujar Alosius.
Ia mengaku, kampanye pemenangan PDIP akan dilakukan berlapis oleh seluruh timses dari tingkat provinsi hingga dusun, termasuk memaksimalkan kerja mesin partai di daerah ini.
Sementara itu, Risan Kemanto, ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Sumalata Timur, yang juga menjabat anggota DPRD Kabupaten dari daerah pemilihan (dapil) empat, Sumalata-Tolinggula, mengaku, relawan pemenangan Jokowi-JK tak putus-putusnya melakukan sosialisasi pasangan nomor urut dua ini.
"Rata-rata para relawan melakukan kegiatan dadakan yang inovatif dan dibiayai secara swadaya, untuk lebih memperkenalkan capres-cawapres yang mencintai wong cilik ini," ujar Risan.
Ia mengaku, koordinasi dengan timses pemenangan dari tingkat provinsi dan kabupaten terus dilakukan untuk meraih kemenangan signifikan, termasuk berupaya mengundang Jokowi agar dapat berkunjung ke kabupaten ini.
Pilpres pada 9 Juli 2014, diikuti dua pasang Capres-Cawapres, yaitu nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Radjasa dan nomor urut dua, Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.