Hal itu diungkapkan staf ahli bupati bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Molly Ahmad, Kamis, pada kegiatan panen raya padi sawah di Desa Bintana, Kecamatan Atinggola.
Menurut ia, petani harus mampu menerapkan cara bercocok tanam melalui budidaya padi sawah yang tepat ditunjang sarana irigasi modern.
Peran penyuluh pertanian sangat penting, sehingga target swasembada pertanian khususnya padi dan jagung mampu tercapai, seperti yang berhasil dilakukan para petani di Kecamatan Biawu dan Tolinggula, yang mampu mencapai produksi padi 8-9 ton per hektare.
"Pemerintah daerah optimistis, semakin intensif para petani dibimbing melalui pendekatan teknologi maju yang tepat dan efisien, maka peningkatan produksi hasil pertanian akan terwujud optimal," ujar perempuan berjilbab yang pernah menjabat Kepala Dinas Pertanian kabupaten ini.
Ia menjelaskan, untuk menunjang program peningkatan produksi beras nasional (P2BN) di daerah ini, pemerintah kabupaten Gorontalo Utara terus berupaya mencapai target swasembada berkelanjutan baik padi maupun jagung dengan penerapan metode percontohan "demfarm" atau demonstrasi farming yang dilaksanakan kelompok tani.
Petani diharapkan terus belajar sambil terus meningkatkan produksi pertaniannya, sehingga transfer ilmu dari para penyuluh pertanian di setiap desa harus berkelanjutan.
Metode demfarm kata Molly, diharapkan menjadi instrumen pembelajaran seluruh kelompok tani melalui penerapan teknologi padi yang sudah teruji, sehingga petani akan mudah meningkatkan produksi dan produktivitas padi yang ditanam.
Pemerintah daerah sendiri menjalankan strategi dengan menyiapkan SDM-SDM unggul di bidang pertanian, melalui peningkatan kapasitas diantaranya, melaksanakan pembinaan kelompok tani dan gapoktan.
Hasil metode pembelajaran melalui konsep demfarm diyakini mampu memotivasi dan mendukung petani secara moral dan material, untuk peningkatan produksi pertanian sebagai usaha berkelanjutan yang akan meningkatkan kesejahteraannya.
"Mengingat petani yang tergabung sebagai anggota kelompok tani diharapkan berkontribusi nyata dalam program-program swasembada pangan," ujar Molly.
Ia berharap, beragam permasalahan yang kerap terjadi di lapangan seperti pemanfaatan lahan yang belum optimal, penggunaan benih bermutu varietas unggul yang masih rendah, tingkat kehilangan hasil pasca panen yang masih tinggi, serta dukungan sarana dan prasarana yang belum memadai akan segera teratasi.
Didukung upaya pemerintah daerah yang terus berkomitmen melakukan perbaikan sarana dan prasarana yang benar-benar dibutuhkan untuk pengembangan sektor pertanian berbasis agribisnis di daerah ini.
Petani pun diimbau untuk terus menjalin kerja sama dengan mitra usaha di bidang pertanian yang akan saling menguntungkan.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026