Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo akan membantu Bank Indonesia (BI) menyosialisasikan uang rupiah emisi tahun 2016 kepada masyarakat di daerah tersebut.

Kapolda Gorontalo Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Rachmad Fudail di Gorontalo, Jumat, mengatakan uang rupiah baru perlu disosialisasikan sehingga masyarakat tahu dan mau menerima dan melakukan transaksi menggunakan uang tersebut.

"Kami akan berusaha semaksimal mungkin melalui Pembinaan Masyarakat (Binmas) menyampaikan adanya uang baru tersebut, jangan sampai ada isu-isu negatif yang berkembang," ujar Kapolda.

Menurut dia, personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtimbas) dapat menyentuh hingga ke desa-desa, sehingga masyarakat mau menerima dan menggunakan uang baru.

Terkait isu-isu negatif yang beredar, Kapolda mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir.

Sementara itu Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Suryono menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik dari pihak Polda Gorontalo karena menyangkut kedaulatan dan pengenalan uang rupiah baru.

"Sosialisasi ini telah kita lakukan dan akan terus kita lakukan hingga ke masyarakat bawah, ke pasar-pasar tradisional dan kami juga akan melakukan penukaran uang," ungkapnya.

Semua itu, kata Suryono, dilakukan agar seluruh pihak memiliki persepsi dan pemahaman yang sama dan tidak ada gejolak di tingkat bawah, karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan adanya uang baru itu.

Terkait isu gambar organisasi terlarang pada uang rupiah baru, Suryono menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar, karena gambar itu adalah rectoverso atau gambar saling isi sebagai unsur pengaman yang sulit dipalsukan.

Isu lainnya yaitu warna uang rupiah baru yang mirip mata uang yuan, Suryono pun mengatakan hal tersebut tidak benar karena warna uang rupiah sudah sesuai dengan standar bank sentral di seluruh dunia dan tidak mirip dengan yuan.

Pewarta: Adiwinata Solihin

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2017