Gorontalo, (Antara) - Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIIA Pohuwato, Provinsi Gorontalo, kembangkan pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), khususnya melibatkan kalangan narapidana.

"PKBM ini lebih orientasi ke kegiatan UKM maupun pertanian di dalam Lapas, dengan melibatkan para narapidana," kata Kepala Lapas Pohuwato Rusdedy.

Ia mencontohkan, beberapa narapidana wanita saat ini giat melakukan kegiatan kerajinan kuliner, yakni membuat keripik pisang dan abon ikan bandeng. Hasilnya dijual ke sejumlah warung-warung di desa-desa sekitar.

"Keuntungan dari penjualan itu untuk mereka sendiri. Lapas memfasilitasi para tahanan untuk melakukan kegiatan itu serta meminta dukungan modal ke pemerintah daerah," kata Rusdedy.

Kemudian kegiatan lainnya, dengan memanfaatkan sejumlah lahan yang disediakan pihak Lapas, ada lima narapidana mengembangkan komoditas cabai.

"Hanya dengan modal Rp150.000 ditambah dengan semangat kerja para narapidana, sekarang mereka bisa panen rata-rata 30 kilogram setiap minggunya," katanya.

Bahkan Rusdedy bisa optimistis hasil panen tersebut terus meningkat setiap minggu, dengan hasil penjualan sekitar Rp1 juta setiap minggunya.

Dari hasil penjualan cabai tersebut, ada pembayaran upah bagi napi pekerja serta pengembangan kegiatan perkebunan di Lapas Pohuwato.

"Lebih diutamakan agar para napi punya keahlian dan kemauan untuk melakukan kegiatan selama ada pembinaan sosial. Sehingga ketika bebas dan berkumpul dengan masyarakat, bisa memanfaatkan keahlian tersebut," ujarnya.

Selain kegiatan bercocok tanam cabai, di lokasi Lapas itu juga ada kegiatan peternakan ayam dan itik, budidaya ikan nila serta ternak kambing dan sapi.

Pewarta:

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2017