Gorontalo (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat persentase penduduk miskin di Provinsi Gorontalo pada bulan Maret 2022 sebesar 15,42 persen.
Kepala BPS Provinsi Gorontalo, Mukhamad Mukhanif di Gorontalo, Jumat, mengatakan angka tersebut naik 0,01 persen poin terhadap bulan September 2021 dan menurun 0,19 persen poin terhadap bulan Maret 2021.
"Jumlah penduduk miskin pada bulan Maret 2022 sebesar 185,44 ribu orang, naik 0,84 ribu orang terhadap bulan September 2021 dan menurun 0,85 ribu orang terhadap bulan Maret 2021," ujarnya.
Persentase penduduk miskin di perkotaan pada bulan Maret 2022 tercatat sebesar 3,97 persen, menurun 0,09 persen poin dari kondisi bulan September 2021 yang tercatat sebesar 4,06 persen.
Sementara persentase penduduk miskin di perdesaan pada Maret 2022 tercatat sebesar 24,42 persen, naik 0,04 persen poin jika dibandingkan kondisi September 2021 yang tercatat sebesar 24,38 persen.
Garis Kemiskinan Provinsi Gorontalo pada Maret 2022 tercatat sebesar Rp411.906/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp317.319 (77,04 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp94.588 (22,96 persen).
Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan pendekatan kemampuan memenuhi kebutuhan dasar. Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut garis kemiskinan (makanan dan bukan makanan).
Garis Kemiskinan Makanan didefinisikan sebagai nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan (setara 2.100 kalori per kapita per hari).
Garis Kemiskinan Bukan Makanan didefinisikan sebagai nilai minimum pengeluaran untuk perumahan, sandang, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan pokok bukan makanan lainnya. Penduduk Miskin didefinisikan sebagai penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.
Komoditi makanan yang memberikan sumbangan besar terhadap garis kemiskinan di perkotaan dan pedesaan pada bulan Maret tahun 2022 yaitu beras, rokok kretek filter, ikan dan cabai rawit.