Arif M, salah seorang pemilik toko bangunan di Kampung Bugis, Kota Gorontalo, Sabtu, mengatakan, stok semen di toko bangunan miliknya dan beberapa toko bangunan lainnya memang sedang sedikit.
"Ketersediaan semen saat ini memang hanya sedikit, selain itu harga juga mengalami kenaikan walaupun hanya sedikit dibandingkan pada bulan Desember 2015, biasanya toko saya mendapat jatah 1.000 sak semen setiap bulannya, sekarang hanya tinggal dua 250 sak saja," kata Arif.
Aris juga mengatakan, harga semen sebelum mengalami kenaikan yaitu berkisar pada harga Rp65ribu/sak, sekarang menjadi Rp67ribu/sak.
Kelangkaan semen yang terjadi kemungkinan akibat terlambatnya pengiriman semen dari makasar, akibat faktor cuaca dan antrian kapal di pelabuhan.
"Beberapa pelanggan sempat mengeluh juga, kenapa harga semen belum turun sejak awal tahun, namun seperti yang terlihat sekarang, harga dari distributor belum mengalami penurunan dan stok semen pun masih sedikit," ungkapnya.
Sementara itu, Firman, seorang pembeli semen berharap harga semen dapat kembali turun karena saat ini ia sedang membangun rumah dan sangat membutuhkan semen sebagai salah satu material bangunan.
"Saya berharap harga semen dapat turun lagi, dengan harga Rp67ribu/sak, sebenarnya cukup memberatkan, namun karena sedang membangun rumah, saya harus membelinya, memang dibeberapa toko bangunan di kota Gorontalo semen mengalami kelangkaan," tutup Firman.
Pewarta: Adiwinata SolihinEditor : Hence Paat
COPYRIGHT © ANTARA 2026