Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo Suryono mengatakan perekonomian daerah itu diperkirakan pertumbuhannya meningkat dari 6,61 persen pada triwulan I menjadi 6,64 persen pada triwulan II-2016.

"Kami memprediksi pendorong utamanya adalah kinerja konsumsi khususnya konsumsi rumah tangga," katanya di Gorontalo.

Dari survei yang dilakukan BPS, kata dia, kondisi ekonomi konsumen dan perilaku konsumen terhadap situasi perekonomian triwulan II memperlihatkan adanya peningkatan optimisme.

"Indeks Tendensi Konsumen atau ITK mendatang yang dikeluarkan BPS sebesar 117,99. Ini meningkat dari ITK triwulan I 2016 sebesar 101,14," jelasnya.

Peningkatan optimisme tersebut, lanjutnya, seiring dengan adanya perkiraan peningkatan pendapatan mendatang, yang sejalan dengan panen komoditas pertanian pada awal triwulan II.

Selain itu juga disebabkan oleh penyaluran gaji ke-13 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan direalisaikan triwulan II, serta masuknya bulan puasa yang meningkatkan konsumsi masyarakat.

Ia menjelaskan konsumsi lembaga non profit rumah tangga diprediksi akan meningkat, akibat bulan ramadhan dan Idul Fitri pada akhir triwulan II.

"Peningkatan juga diperkirakan terjadi pada konsumsi pemerintah, dengan upaya percepatan realisasi anggaran dalam pembangunan fisik dan dana desa pada bulan April," tambahnya.

Di sisi lain, investasi diperkirakan tumbuh sejalan dengan peningkatan realisasi proyek infrastruktur "multiyears" seperti jalan lingkar luar Gorontalo, Bendungan Randangan, PLTU Anggrek, Pelabuhan Anggrek, dan PLTG Paguat.

Pewarta: Debby Hariyanti Mano
: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2026