Gorontalo (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mengunjungi dua dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan makanan bergizi gratis tetap aman, sehat, dan sesuai kebutuhan anak-anak.
"Tujuan sidak ini adalah memastikan keamanan dan kualitas makanan bergizi gratis yang diberikan kepada anak-anak," ucap Idah di Gorontalo, Rabu.
Idah mengatakan, lokasi pertama yang ditinjau adalah SPPG Yayasan Rumah Nurul Ilm, Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Di dapur tersebut, sebanyak 3.199 porsi makanan disiapkan setiap hari dengan melibatkan hampir 50 karyawan.
Persiapan bahan dilakukan sejak pukul 23.00 malam, proses memasak dimulai pukul 03.30 dini hari, dan distribusi makanan dilakukan pukul 07.00 pagi.
Sidak kemudian berlanjut ke dapur SPPG Yayasan Mulya Sehat Sejahtera di Jalan Ampi, Kelurahan Molosipat U, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo. Dapur ini setiap hari mengolah sekitar 3.000 porsi makanan dengan dukungan 46 karyawan, melayani tujuh sekolah mulai dari SD, SMP/MTs, SMA/SMK hingga pesantren di sekitar lokasi.
"Saya ingin tidak ada kejadian merugikan seperti keracunan. Dengan pengawasan langsung, unit pelaksana diharapkan semakin berhati-hati dan disiplin," ujar dia.
Idah menambahkan, variasi menu menjadi salah satu hal yang terus dievaluasi. Pada hari sidak, misalnya, nasi diganti dengan kentang sebagai sumber karbohidrat. Selain itu, anak-anak penerima manfaat juga diberi kesempatan memberikan masukan dengan menuliskan menu yang diinginkan di secarik kertas yang dimasukkan ke dalam wadah makan.
"Masukan dari anak-anak sangat berharga untuk penyempurnaan program ini. Ke depan, sidak akan dilakukan bukan hanya di dapur, tetapi juga langsung ke sekolah-sekolah untuk memastikan distribusi berjalan baik," kata dia.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang S. Otoluwa menjelaskan, dari total 120 dapur SPPG di Provinsi Gorontalo, baru 19 dapur yang beroperasi dan tersebar di seluruh kabupaten/kota. Secara umum, variasi menu dan standar gizi sudah terpenuhi, namun petugas tetap memerlukan pendampingan agar cepat menyesuaikan jika ada masukan.
"Selain gizi, aspek kesehatan lingkungan juga penting. Misalnya, penyajian telur rebus lebih aman jika disajikan utuh tanpa dikupas, untuk menghindari risiko kontaminasi," jelas dr. Anang.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wagub Gorontalo kunjungi dapur SPPG pastikan keamanan MBG
