Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin mengunjungi Masjid Soeharto di Sarajevo, di sela-sela kunjungan kerja di Bosnia dan Herzegovina pada Minggu, (11/1)
Dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa, dijelaskan alasan Sjafrie mengunjungi masjid tersebut karena memiliki sejarah dan simbol solidaritas serta komitmen kemanusiaan Indonesia terhadap rakyat Bosnia dan Herzegovina pascakonflik Balkan pada dekade 1990-an.
"Pembangunan masjid tersebut merupakan inisiatif Pemerintah Republik Indonesia sebagai wujud dukungan moral dan kemanusiaan bagi masyarakat Bosnia dalam masa pemulihan pascaperang," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Selasa.
Rico menjelaskan, pembangunan masjid tersebut merupakan inisiatif pemerintah Indonesia sebagai wujud dukungan moral dan kemanusiaan bagi masyarakat Bosnia dalam masa pemulihan pascaperang.
Pembangunan masjid ini juga menjadi bukti keterlibatan Indonesia, khususnya Presiden ke-2 Indonesia Soeharto dalam diplomasi perdamaian dan solidaritas internasional.
Rico melanjutkan, saat itu Indonesia secara konsisten menunjukkan komitmennya dalam mendukung penyelesaian konflik Bosnia dan Herzegovina melalui jalur diplomasi, kemanusiaan, serta kerja sama multilateral.
Melalui kunjungan ke Masjid Soeharto ini, Rico memastikan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Bosnia dan Herzegovina semakin kuat.
Rico memastikan komitmen ke dua belah pihak untuk memperkuat kemitraan strategis tidak hanya berfokus pada pengembangan kerja sama pertahanan, tetapi juga berkontribusi nyata dalam menjaga perdamaian, stabilitas kawasan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menhan kunjungi Masjid Soeharto di Sarajevo
