Gorontalo (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Gorontalo memperkuat pengawasan pemilu pada masa non tahapan, melalui konsolidasi demokrasi dan pelaksanaan berbagai kegiatan sepanjang tahun yang telah diputuskan dalam rapat pleno.

“Sejak 6 Januari 2026, kami sudah menetapkan seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan dalam setahun dan mulai kami realisasikan satu per satu,” kata Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo Idris Usuli di Gorontalo, Selasa.

Ia mengatakan penguatan pengawasan dilakukan melalui konsolidasi demokrasi dengan mendatangi partai politik, tokoh masyarakat, serta para pemangku kepentingan.

“Kegiatan ini dilakukan untuk menyampaikan kinerja Bawaslu pada masa non tahapan pemilu,” kata Idris.

Ia mengatakan selain konsolidasi demokrasi, Bawaslu Provinsi Gorontalo juga telah menetapkan seluruh kegiatan divisi yang dilaksanakan secara mingguan, bulanan dan tahunan.

“Kegiatan tersebut akan dilaksanakan selama 11 bulan ke depan terhitung sejak Februari 2026,” katanya.

Menurutnya seluruh kegiatan yang dilaksanakan merupakan kegiatan non budget atau tanpa menggunakan anggaran.

Dalam agenda pengawasan lainnya, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Gorontalo terkait Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan dan pencocokan dan penelitian terbatas (coktas).

Ia menegaskan meskipun menjadi agenda KPU, kegiatan tersebut tetap berada dalam pengawasan Bawaslu.

Menjelang bulan suci ramadhan, Bawaslu Provinsi Gorontalo juga akan melaksanakan kegiatan "Ngabuburit Pengawasan" secara daring bersama Bawaslu kabupaten/kota dan para pemangku kepentingan.



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026