Gorontalo (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyebut harga pangan di daerah itu, relatif stabil jelang bulan suci Ramadhan.
"Saya melaporkan ke Pak Menteri Pertanian, bahwa kondisi harga pangan di Gorontalo relatif stabil dan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah berjalan dengan baik," kata Wagub di Gorontalo, Jumat pada kegiatan yang digelar Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak nasional, Sabtu.
Kegiatan yang dilaksanakan di 38 provinsi tersebut dibuka secara daring oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Amran Sulaiman.
Di Provinsi Gorontalo, GPM dipusatkan di Lapangan Padebuolo, Kota Gorontalo.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Amran membuka ruang komunikasi dengan sejumlah pimpinan daerah untuk mendengar langsung kondisi harga pangan di wilayah masing-masing.
Provinsi Gorontalo daerah pertama yang disebut dan berkesempatan berdialog secara langsung.
“Bagaimana harga di sana (Gorontalo) ?” tanya Menteri Amran kepada Wakil Gubernur.
"Alhamdulillah, hari ini Gerakan Pangan Murah dilaksanakan di Gorontalo dengan dihadiri 20 vendor. Masyarakat sudah mulai berbelanja dan harga pangan cukup stabil,” kata Idah.
Ia mengatakan pelaksanaan GPM menjadi kebanggaan bagi masyarakat Gorontalo karena harga komoditas yang dipasarkan tetap terkendali dan sesuai ketentuan pemerintah.
Pemerintah Provinsi Gorontalo optimistis stabilitas harga dapat terus terjaga hingga akhir tahun, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia melalui Menteri Pertanian.
Menanggapi laporan tersebut, Menteri Amran menyampaikan apresiasi atas upaya pemda dalam menjaga stabilitas harga.
Menteri Pertanian mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah menurunkan tim dari Badan Pangan Nasional ke setiap provinsi untuk memantau perkembangan harga selama bulan Ramadan hingga Idul Fitri.
Pada pelaksanaan GPM di Gorontalo, sejumlah komoditas strategis disediakan, antara lain beras SPHP, Minyakita, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, daging ayam ras, serta gula pasir.
Seluruh komoditas dijual di bawah harga pasar dan mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
