Gorontalo, (Antaranews Gorontalo) - Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Da'i se Provinsi Gorontalo, bertemu membahas adanya paham radikalisme dan upaya pencegahan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Gorontalo, Abdurrahman Bachmid mengatakan bahwa ormas memiliki perhatian besar dalam upaya menangkal radikalisme untuk tidak berkembang di Indonesia, khususnya Gorontalo.

"Ini menjadi kepentingan kita bersama, dengan melihat perkembangan isu soal adanya paham radikalisme," kata Abdurrahman Bachmid.

Ia menilai, ummat islam banyak yang berafiliasi dengan ormas dan menjadi bagian dari ormas, biasanya mereka akan tunduk terhadap apa yang menjadi fatwa dari setiap ormas tersebut, dan ini menjadi peluang besar.

Selain itu iya berharap ormas islam untuk sering turun kebahwa terutama ke kalangan generasi muda, siswa dan mahasiswa, karena mereka objek yang paling cepat untuk dimasuki paham radikalisme.

"Kami juga berharap agar ormas islam dan Da'i yang ada, tidak terbatas pada dakwah konvensional, karena anak muda saat ini, banyak melihat dakwah islam hanya melalui media sosial," jelasnya.

Sehingganya, diharapkan pula, para ustadz ataupun ormas islam, untuk dapat masuk dan memiliki akun media sosial, baik lewat tulisan maupun video untuk menyampaikan sesuatu yang benar, sehingga dapat mencegah paham radikalisme yang berkembang di media sosial.

"Radikalisme adalah virus yang masuk kedalam pemahaman agama Islam," tegasnya.

Baca juga: MUI Gorontalo Imbau Imam Doakan Bencana Palu-Donggala

Pewarta: -

Editor : Hence Paat


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2018