Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Tarif angkutan umum di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, belum turun meski harga Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk premium sudah turun dari Rp8.500 menjadi Rp7.600 per liter.
Abdullah (42), supir angkutan umum antar kota dalam provinsi, Jumat, mengaku, masih memberlakukan tarif yang sama sesuai Surat Keputusan (SK) Gubernur Gorontalo tahun 2014, seperti jurusan Kwandang-Kota Gorontalo Rp25 ribu per penumpang, Kwandang-Limboto Rp15 ribu per penumpang dan Kota Gorontalo-Atinggola Rp35 ribu per penumpang.
Menurut ia, meski harga premium sudah turun namun harga onderdil dan biaya perawatan kendaraan tidak turun. "Sehingga tarif ini masih layak diberlakukan," ujarnya.
Ia sendiri mengaku, jumlah penumpang yang dilayani sesuai jalur angkutannya, belum stabil.
"Penumpang masih sangat sedikit, mungkin dipengaruhi musim liburan yang masih berlangsung," kata Abdullah yang berharap agar tarif tidak lagi turun agar seimbang dengan daya beli di wilayah tersebut.
Sementara itu, tarif angkutan becak motor (bentor) khusus di wilayah ibu kota Kwandang, sedikit mengalami penurunan.
"Memang pemerintah tidak menentukan harga sewa bentor sebab harga tersebut bergantung pada kesepakatan penumpang dengan abang bentor," ujar Reza Modanggu (35), pengemudi bentor di Kwandang.
Namun harga sewa angkutan publik khusus penumpang dalam kota ini mengalami penurunan. Ia mencontohkan, untuk jarak tempuh 7 kilo meter, seperti Kwandang Moluo ke pusat perkantoran Molingkapoto, dengan harga bensin sebelumnya Rp8.500 per liter, dikenakan Rp12 ribu-Rp15 ribu per penumpang atau sekali jalan, kini turun Rp10 ribu per penumpang.
Sedangkan untuk jarak dekat sekitar 2-5 kilo meter kini berada di kisaran Rp3 ribu-Rp4 ribu per penumpang dari harga sewa sebelumnya Rp5 ribu-Rp6 ribu per penumpang.
Pantauan wartawan, di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pontolo, nampak normal untuk pengisian premium, solar maupun pertamax. Tidak nampak antrian panjang di SPBU satu-satunya yang ada di pusat ibu kota kabupaten ini.
Sementara harga premium di depot-depot penjualan pinggir jalan, sudah turun dari harga Rp10 ribu per liter, kini dijual Rp9 ribu per liter.
