Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo mengatakan program pemberian Rompi Anti Terlambat Peningkat Kinerja (Rombak) di lingkungan Sekretariat Daerah (Setda), akan meningkatkan disiplin waktu Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Pemakaian Rombak ini merupakan cara kita agar supaya ASN disiplin waktu, karena jika hanya tercatat saja, tidak akan memberikan efek jera, oleh karena itu rasa malu menggunakan rompi dapat memberikan efek jera," ungkap Nelson, yang telah meluncurkan rompi bagi ASN yang terlambat ke kantor, Rabu.
Bupati juga menjelaskan bahwa program Rombak berjalan dengan sukses, pada awal penetapan penggunaan Rombak saja, jumlah ASN yang sering terlambat berkurang drastis, dari 40 persen menjadi 10 persen.
"Tidak hanya di lingkungan Setda saja, tapi juga memberikan motivasi bagi seluruh ASN diseluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Kecamatan," ucap Bupati.
Sementara itu, Candra Wijaya Tangahu, inovator program Rombak mengatakan mendapat ide untuk membuat Rombak bagi ASN di lingkungan Setda yang terlambat datang ke kantor dan tidak mengikuti apel pagi saat ia menjadi peserta Diklat PIM IV.
"Kami sebagai peserta Diklat PIM IV diwajibkan untuk membuat suatu inovasi dalam merubah perilaku, apa yang menjadi masalah,
harus kami carikan solusi," ungkap Candra.
"Sebelumnya, dari di lingkungan Setda Kabupaten Gorontalo setiap apel pagi hanya 60 hingga 70 orang, dan saya bertanya-tanya kenapa bisa seperti itu," jelas Candra.
Dia menambahkan, memang sebelumnya ada sanksi bagi ASN yang terlambat dan tidak ikut apel pagi, tapi sering diabaikan.
"Oleh karena itu, saya membuat sesuatu yang dapat memberikan efek jera melalui sanksi moral, sehingga dapat merubah perilaku ASN," ucapnya.
Sementara itu, Rusman Soloti, salah seorang ASN yang terlambat masuk kantor mengatakan, menerima bahwa Dia harus mengenakan Rombak hingga waktu pulang kerja nanti.
"Ini hari pertama saya terlambat, biasanya tidak, namun saya menerima jika harus memakai rompi ini, dan saya berjanji tidak akan terlambat ke kantor lagi," sesal Rusman.