Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Seorang dokter bernama Jaquelin Kairupan (26) sempat menjadi korban penyekapan oleh dua orang pelaku pembobol rumah, di Perumahan Griya Asri Residence Blok B No 1 Kelurahan Molosipat, Kota Gorontalo, Senin.
Kapolres Gorontalo Kota, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Roni Yulianto menjelaskan, untuk kronologis kejadiannya, saat pagi hari korban yang juga merupakan pemilik rumah sedang mencuci pakaian dan sepatu di dalam kamar mandi, dan tiba-tiba saja muncul dua orang lelaki tak dikenal.
"Mereka menggunakan pakaian hitam dan putih, kemudian setelah kepergok korban, dua lelaki tersebut langsung menangkap dan mengikat tangan dan kaki korban, lalu menyekap korban di kamar mandi.
AKBP Roni menjelaskan, kedua pelaku tersebut masuk ke dalam rumah dengan cara membobol pintu depan rumah secara paksa, dan kemungkinan tidak menyadari pemilik rumah berada di dalam.
"Kepada korban, kedua pelaku mengaku adalah anggota Polisi yang bertugas di Satnarkoba, dan menanyakan mengapa rumah itu sudah lama tidak berpenghuni, lalu pelaku juga menanyakan identitas korban namun dengan disengaja korban mengaku sebagai pembantu di rumah tersebut," jelas Kapolres.
Saat sedang melakukan aksi kejahatannya, korban yang hanya diikat menggunakan tali sepatu dapat meloloskan diri dan berteriak minta tolong kepada tetangga.
"Karena korban lolos dan meminta tolong, kedua pelaku kabur dari bagian belakang rumah naik ke atas tower besi tempat profil tank, memanjat tembok dan dan meninggalkan sejumlah barang yang akan dijarah seperti laptop, tab, dan juga telepon genggam," lanjut AKBP Roni Yulianto.
Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, anggota Polres Gorontalo Kota datang ke Tempat kejadian Perkara (TKP) dan mulai mencari para pelaku dan mulai melakukan olah TKP dan identifikasi.
"Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Gorontalo, pada saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong agar dapat menginformasikan kepada ketua RT atau RW setempat setidaknya untuk meminimalisir tindak pidana seperti kejadian ini," imbau Kapolres.
Karena kejadian itu terjadi di sebuah perumahan yang memiliki penjagaan, maka langkah ke depan Polres Gorontalo Kota akan coba mengundang dari pihak developer agar bisa mensinkronisasikan bersama pihak kepolisian untuk lebih meningkatkan penjagaan dan pengawasan terhadap pemilik rumah dalam kompleks real estate, sehingga tidak akan terjadi lagi kejadian seperti itu.
