Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan zakat adalah kekuatan gotong royong umat yang ikut berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan.
"Melalui zakat ini, baik zakat fitrah, zakat mal, infak, maupun sedekah adalah potensi yang amat sangat luar biasa menjadi kekuatan gotong royong kita," kata Muhaimin Iskandar dalam acara penyerahan zakat fitrah di Cilincing, Jakarta Utara, Kamis.
Ia pun mengapresiasi penerimaan zakat, infak, dan sedekah dari masyarakat yang meningkat pesat selama Ramadhan 1446 Hijriah.
Selama Ramadhan 2025 tercatat jumlah penerimaan zakat dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) serta beberapa lembaga amil zakat di seluruh Indonesia telah mencapai Rp41 triliun.
"Hari ini baru terkumpul Rp41 triliun, dari Baznas dan lembaga zakat yang ada di seluruh tanah air. Lumayan ada peningkatan," kata Muhaimin Iskandar.
Ia optimistis potensi penerimaan zakat bisa dimaksimalkan lagi bila sinergi dan kolaborasi antara pemerintah dan para penggerak dana keumatan lebih ditingkatkan.
"Insya Allah kalau kolaborasi terjadi, akan terkumpul Rp300 triliun lebih untuk bukti kegotongroyongan melalui perintah ajaran agama yang kita muliakan," kata Muhaimin Iskandar.
Pada Kamis, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar bersama Rumah Zakat memperingati Hari Zakat Nasional 2025 dengan menyalurkan sebanyak 260 paket zakat fitrah kepada warga Cilincing, Jakarta Utara.
Kegiatan penyaluran zakat tersebut juga melibatkan Forum Zakat serta lembaga amil zakat Dompet Dhuafa dan Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko Muhaimin: Zakat kekuatan gotong royong umat entaskan kemiskinan