Gorontalo (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melakukan optimalisasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Wilayah Kabupaten Bone Bolango, dalam rangka meningkatkan kepesertaan dan pelayanan kesehatan di daerah itu.
Kepala BPJS Kesehatan kantor Cabang Gorontalo Djamal Adriansyah di Gorontalo, Jumat mengatakan hingga saat ini jumlah peserta awal dalam skema JKN untuk Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) Pemerintah Kabupaten Bone Bolango adalah, 18.502 jiwa.
"Kami bersama Pemerintah Bone Bolango telah menandatangani perpanjangan (addendum) nota kesepakatan dan rencana kerja untuk mengoptimalkan program JKN," kata Djamal.
Pihaknya berharap dengan adanya addendum kesepakatan tersebut, sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan semakin optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat setempat.
Ia juga menyampaikan bahwa kerjasama yang baik selama ini, menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepesertaan, kepatuhan pembayaran iuran dan perluasan akses layanan.
"Addendum nota kesepakatan ini merupakan bentuk penyegaran atas komitmen bersama yang sudah kita bangun. Melalui rencana kerja yang lebih terarah, kami ingin memastikan seluruh penduduk Bone Bolango dapat memperoleh manfaat optimal dari program JKN," katanya.
Bupati Bone Bolango Ismet Mile mengatakan pemerintah daerah tersebut, akan terus bersinergi dengan BPJS Kesehatan agar tidak ada warga yang terabaikan dari program JKN.
"Addendum ini menjadi bukti nyata komitmen tersebut," katanya.
Ia juga menekankan pentingnya kerjasama ini agar program benar-benar berdampak.
"Kesepakatan kerjasama di bidang jaminan kesehatan masyarakat, sangat penting agar pelaksanaannya maksimal. Hal ini menjadi tanggung jawab tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga seluruh unit yang terlibat di dalamnya. Sebab diperlukan pengawasan dan pelaksanaan yang baik agar dapat dipertanggungjawabkan dengan menaati regulasi," kata Ismet.
Addendum nota kesepakatan memuat fokus peningkatan kualitas data peserta, edukasi hak dan kewajiban peserta, optimalisasi pelayanan administrasi melalui JKN Bergerak (Mobile JKN), serta percepatan kepesertaan PBPU dan Penerima Bantuan Iuran Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (PBI APBD).
Langkah strategis ini juga mendorong implementasi inovasi layanan, seperti antrean daring (online), pembayaran iuran melalui berbagai kanal, serta perluasan kerjasama fasilitas kesehatan tingkat pertama dan lanjutan.
BPJS Kesehatan berkomitmen memonitor dan evaluasi bersama Pemkab Bone Bolango agar rencana kerja berjalan efektif dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Melalui penandatanganan ini, sinergi antara BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango diharapkan semakin kuat sehingga keberhasilan program JKN terus terjaga, memberi manfaat optimal, dan mewujudkan layanan kesehatan yang adil, merata, serta berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
