Jakarta (ANTARA) - Menteri Haji dan Umrah RI Mohammad Irfan Yusuf mengatakan proses dan progres persiapan penyelenggaraan ibadah haji di tanah suci telah berjalan cukup jauh dan menunjukkan perkembangan yang signifikan.
“Kita sudah memastikan dua syarikah yang akan melayani jamaah haji Indonesia. Selain itu, lokasi-lokasi di Armuzna, yakni Arafah, Muzdalifah dan Mina, juga sudah dipastikan,” ujar Irfan Yusuf di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis.
Irfan menjelaskan, sebagian besar layanan utama seperti transportasi, konsumsi, dan akomodasi di Arab Saudi telah disiapkan, meskipun belum sepenuhnya rampung. Transportasi dan konsumsi jamaah haji telah mencapai 100 persen, sementara akomodasi di Madinah telah terealisasi sekitar 93 persen.
“Untuk akomodasi di Makkah memang belum terlalu signifikan, tetapi insyaallah dalam waktu dekat ini akan bisa kita pastikan dan segera selesai,” katanya.
Menurut Irfan, dalam proses penetapan penyediaan akomodasi, konsumsi, dan transportasi terdapat sejumlah kendala, terutama adanya berbagai pihak yang berupaya memasukkan kepentingan agar layanan mereka digunakan.
“Namun prinsip kita tetap lurus. Kita harus akuntabel dan transparan dalam setiap proses,” kata dia.
Terkait penerbangan, Irfan memastikan seluruh jadwal telah difinalisasi lebih awal dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu penetapan penerbangan dilakukan mendekati hari keberangkatan, tahun ini seluruh persiapan sudah dilakukan jauh-jauh hari.
“Permintaan jam terbang ke Saudi juga sudah diajukan oleh dua maskapai, yaitu Saudia Airlines dan Garuda Indonesia. Insyaallah tidak ada kendala signifikan terkait penerbangan,” ujarnya.
Selain itu, kesiapan embarkasi haji juga telah diselesaikan. Tahun ini terdapat penambahan dua embarkasi baru, yakni embarkasi Banten untuk melayani sebagian jamaah dari Jawa Barat, serta embarkasi Yogyakarta.
“Embarkasi Yogyakarta ini cukup istimewa karena kita membuka embarkasi tanpa memiliki asrama haji. Kita menggunakan hotel sebagai pengganti asrama haji, baik untuk persiapan keberangkatan maupun kepulangan jamaah,” kata Irfan.
Ia berharap pola tersebut dapat menjadi percontohan penyelenggaraan embarkasi haji tanpa asrama haji di daerah lain.
Di sisi lain, Irfan mengakui masih terdapat sejumlah asrama haji yang membutuhkan perbaikan, terutama dari sisi fisik bangunan.
“Kita upayakan sebelum hari H keberangkatan jamaah haji, asrama-asrama yang kurang layak bisa kita perbaiki,” katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenhaj pastikan persiapan haji di Saudi capai progres signifikan
