Gorontalo (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di lingkup pemerintahan daerah tersebut agar mampu bersikap tegas dan bijaksana.
Hal itu dikatakannya di Gorontalo, Senin usai membuka Pelatihan Dasar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Angkatan I di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo, yang berlangsung di aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM).
Idah mengatakan semakin strategis peran Satpol PP dalam menjaga ketertiban umum, ketenteraman masyarakat dan penegakan peraturan daerah (perda).
Oleh karena itu, kata dia, tugas Satpol PP tidak hanya terkait ketegasan dalam menegakkan aturan, tetapi juga menuntut kemampuan menjaga harmoni sosial dan memastikan pelayanan publik berjalan sesuai nilai-nilai kemasyarakatan.
"Di lapangan, Satpol PP sering menghadapi kondisi yang tidak mudah. Ada situasi yang menuntut ketegasan, namun juga membutuhkan kebijaksanaan. Mampu tegas tanpa harus keras, dan mampu manis tanpa harus kehilangan wibawa,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BPSDM Provinsi Budiyanto Sidiki dan Kepala Satpol PP Provinsi Gorontalo Taufik Sidiki.
Kehadiran Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah menjadi perhatian karena tampil mengenakan seragam loreng, yang digunakan saat mengikuti Retret Kepala Daerah di Magelang, Jawa Tengah.
Penampilan tersebut menambah nuansa kedisiplinan dan semangat kebersamaan dalam kegiatan pelatihan dasar Satpol PP tersebut.
Idah menekankan bagaimana aparat Satpol PP perlu menerapkan pendekatan humanis, termasuk saat berinteraksi dengan para pedagang kecil.
Menurut dia, tugas penertiban harus tetap dilakukan sesuai aturan, namun tetap mengedepankan empati.
"Kalau ada pedagang yang memohon saat dagangannya ditertibkan, lakukan dengan manusiawi. Mereka juga mencari nafkah dan modal itu tidak mudah. Kita harus tegas, tapi tetap humanis,” katanya.
Idah menekankan pelatihan dasar bukan hanya membangun kompetensi teknis, tetapi juga karakter kepemimpinan, kedisiplinan, moralitas dan integritas.
Ia mengingatkan Satpol PP merupakan wajah pemerintah yang setiap hari berhadapan langsung dengan masyarakat, sehingga mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, menyerap materi, memperhatikan instruksi pelatih.
"Serta menjadikan pelatihan ini sebagai momentum memperbaiki diri, memperluas wawasan dan memperkuat karakter aparatur yang tangguh menghadapi berbagai situasi di lapangan," ujarnya.
Pelatihan Dasar Satpol PP Angkatan I diikuti 40 PPPK Paruh Waktu, diinisiasi oleh BPSDM Provinsi Gorontalo yang berlangsung selama enam hari, mulai 1 - 6 Desember 2025, dengan menerapkan metode tatap muka, ceramah interaktif, diskusi kelompok, simulasi, role play, latihan lapangan, serta sesi pembelajaran daring.
Pelatihan tersebut menghadirkan narasumber dan fasilitator dari BPSDM Kementerian Dalam Negeri, Direktorat Perlindungan Masyarakat, Dinas Satpol PP Provinsi Gorontalo, serta instruktur dari Kepolisian Daerah Gorontalo.

