Gorontalo (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie mendukung perubahan status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo menjadi Universitas Islam Negeri (UIN).
"Perubahan status IAIN menjadi UIN merupakan bagian penting dari proses transformasi," kata Idah di Gorontalo, Jumat saat membuka kegiatan rapat kerja IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas rencana perubahan status IAIN Sultan Amai Gorontalo menjadi UIN.
Menurutnya perubahan ini merupakan kebanggaan besar, tidak hanya bagi civitas akademika tetapi juga bagi seluruh masyarakat Gorontalo.
“Perubahan ini tentu menjadi kebanggaan kita bersama. Namun saya ingin menegaskan bahwa perubahan status dari IAIN menjadi UIN tidak boleh dimaknai hanya sebagai pergantian nama semata,” kata Idah.
Ia mengatakan transformasi menuju UIN harus diikuti dengan perubahan yang komprehensif, baik dari sisi kelembagaan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, maupun kapasitas seluruh pemangku kepentingan yang ada di dalam institusi pendidikan tersebut.
IAIN Sultan Amai Gorontalo selama ini dikenal luas dan memiliki nilai historis yang kuat, sejalan dengan sosok Raja Sultan Amai yang menjadi ikon Provinsi Gorontalo.
Meski demikian, Wakil Gubernur menilai perubahan tetap harus dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap tuntutan zaman dan kebutuhan pembangunan bangsa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Insya Allah pada bulan Maret nanti perubahan nama ini akan terealisasi. Tetapi yang jauh lebih penting adalah apa yang kita lakukan setelah perubahan itu terjadi,” katanya.
Ia menekankan transformasi menjadi UIN menuntut peningkatan kapasitas seluruh unsur, mulai dari pemangku kepentingan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa.
Ia mengibaratkan perubahan ini sebagai tantangan yang jauh lebih besar.
“Kalau sebelumnya kita berenang di danau, maka setelah menjadi UIN kita akan berenang di samudera yang sangat luas. Tantangannya tentu jauh lebih besar dan harus disiapkan dengan matang,” katanya pula.
Dengan semakin luasnya cakupan fakultas dan disiplin ilmu, UIN Gorontalo dituntut untuk mempersiapkan diri secara optimal, baik dari sisi kualitas dosen, kesiapan mahasiswa, maupun sistem akademik dan kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan jati diri dan wajah Islam sebagai karakter utama.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi.
Pemerintah Provinsi Gorontalo tahun ini, telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,6 triliun untuk beasiswa di berbagai perguruan tinggi.
