Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menggelar dzikir dan doa bersama di malam pergantian tahun, yang berlangsung di halaman Museum Purbakala Provinsi Gorontalo, Rabu malam.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan dzikir dan doa tersebut untuk melepas tahun 2025 dan menyambut tahun baru 2026, diikuti oleh ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN), serta para tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat.
Dzikir dan doa bersama diawali dengan pembacaan selawat nabi oleh Ikatan Persaudaraan Qari-Qariah dan Hafidz-Hafidzah (IPQAH) Provinsi Gorontalo. Dilanjutkan dengan pembacaan Kalam Ilahi oleh lima qariah Gorontalo berprestasi.
“Kehadiran kita pada kegiatan ini selain berzikir dan berdoa, juga untuk merefleksi apa yang sudah dilakukan oleh jajaran Pemerintah Provinsi Gorontalo sebagai pelaksana amanah rakyat,” kata Gusnar.
Menurutnya, secara umum perjalanan pemerintahan di tahun 2025 telah berlangsung lancar dan sukses. Meski demikian, ia selalu gubernur mengakui bahwa di sana sini masih ada kekurangan dan hambatan.
“Alhamdulillah tahun 2025 kita bisa lewati dengan baik. Berbagai macam keberhasilan telah kita lakukan, namun ada juga catatan-catatan yang belum berhasil dan ini menjadi tantangan kita ke depan,” katanya.
Gubernur Gusnar kembali mengimbau ASN dan seluruh masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui pemberian infak untuk pembangunan masjid raya Gorontalo Islamic Centre (GIC).
Gusnar menyebut bahwa GIC tidak dibangun dengan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi dengan sumbangan, sedekah dan infak seluruh masyarakat.
“Berinfak tidak ada paksaan, tidak ada batas minimal dan maksimal. Silahkan berapa saja karena berinfak adalah urusan langit,” kata Gusnar.
Pada kegiatan itu Pemprov Gorontalo memberikan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin.
Dzikir dan doa bersama diisi dengan ceramah agama Islam oleh Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Gorontalo Mansur Basir.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026