Gorontalo (ANTARA) - Dua orang pasien bedah jantung terbuka di Rumah Sakit Umum Daerah Prof Dr Aloei Saboe Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pasca sebulan operasi, dalam kondisi baik.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P2KB) Provinsi Gorontalo Anang S Otoluwa di Gorontalo, Rabu mengatakan kabar keduanya menarik disampaikan kepada publik, mengingat tindakan bedah jantung terbuka merupakan operasi perdana Coronary Artery Bypass Graft (CABG) di RSUD Prof Dr Aloei Saboe, Kota Gorontalo.
Hal ini menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan menjadi operasi bersejarah yang berhasil dilakukan di Gorontalo.
Tindakan bedah jantung terbuka tersebut dilaksanakan pada 12 hingga 13 Desember 2025 dan menjadi tonggak penting peningkatan layanan kesehatan rujukan di Provinsi Gorontalo.
Anang mengatakan satu bulan pasca operasi, kedua pasien berada dalam kondisi stabil dan terus menunjukkan proses pemulihan yang positif.
“Alhamdulillah setelah satu bulan pasca operasi, kondisi dua pasien CABG saat ini dalam keadaan baik, stabil dan mengalami kemajuan yang signifikan,” katanya.
Ia menyatakan keberhasilan bedah jantung terbuka ini sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie yang menempatkan peningkatan layanan kesehatan, khususnya penanganan penyakit prioritas sebagai salah satu fokus utama pembangunan daerah.
Penyakit jantung sebagai penyebab kematian tertinggi, menjadi perhatian serius melalui penguatan layanan rujukan dan ketersediaan layanan medis berteknologi tinggi di daerah.
“Dengan keberhasilan operasi CABG ini, kami berharap masyarakat Gorontalo tidak perlu lagi dirujuk ke luar daerah untuk pelayanan bedah jantung terbuka. Ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat layanan penyakit prioritas agar dapat ditangani secara optimal di Gorontalo,” kata Anang.
Salah satu pasien Arfan Botutihe (45) menyampaikan rasa syukur atas perubahan signifikan kondisi kesehatannya pasca operasi.
Ia mengaku kini telah kembali menjalani aktivitas sehari-hari.
“Alhamdulillah kondisi saya mulai membaik, pelan-pelan kembali normal. Sekarang saya sudah bisa naik motor dan sudah bisa kembali bekerja,” kata Arfan.
Ia mengatakan keluhan yang selama ini dirasakan sebelum operasi kini tidak lagi dialaminya.
“Saya bersyukur menjalani operasi karena setelah operasi banyak sekali perubahan. Dulu sering sakit dada, sekarang sudah tidak lagi, misalnya saat naik tangga, saat kedinginan, atau setelah makan kenyang. Terima kasih banyak dokter, sudah memberi saya kesempatan untuk operasi di Gorontalo,” katanya.
Kondisi serupa juga disampaikan oleh pasien lainnya, Munawil Novy Yahya (47).
Ia mengatakan kondisi kesehatannya pasca operasi semakin membaik dari hari ke hari.
“Alhamdulillah sudah ada perubahan. Setiap pagi saya jalan kaki dan Alhamdulillah rasa nyeri di dada serta sesak napas yang sebelumnya saya rasakan sekarang sudah hilang,” kata Munawil.
Tindakan bedah jantung terbuka perdana ini mendapatkan pendampingan langsung dari tim dokter Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita melalui skema proctoring.
Dengan pendampingan tersebut, dua pasien dengan diagnosis penyakit jantung koroner kompleks berhasil menjalani operasi dengan hasil yang baik dan aman.
Keberhasilan layanan ini diharapkan menjadi momentum penguatan layanan kesehatan rujukan untuk penyakit prioritas di Provinsi Gorontalo serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang tersedia di daerah.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026