Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengaku optimis terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global, menyusul pujian Dana Moneter Internasional (IMF) yang menyebut Indonesia sebagai titik terang ekonomi dunia.
Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis waktu setempat. Menurutnya, pengakuan IMF tersebut didasarkan pada kinerja ekonomi Indonesia yang tumbuh konsisten.
"IMF baru-baru ini menggambarkan Indonesia sebagai titik terang global dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang penuh tantangan," ujar Prabowo.
Presiden memaparkan bahwa selama satu dekade terakhir perekonomian Indonesia tumbuh di atas 5 persen setiap tahun. Ia pun optimis laju pertumbuhan tersebut akan meningkat di tahun ini.
Selain pertumbuhan ekonomi yang stabil, Prabowo menekankan indikator makroekonomi Indonesia tetap terjaga. Tingkat inflasi berada di kisaran 2 persen. Sementara, defisit anggaran pemerintah terjaga di bawah 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).
Menurut Presiden, kredibilitas ekonomi Indonesia juga tercermin dari disiplin fiskal dan komitmen pembayaran utang yang konsisten. Indonesia juga dinilai tidak pernah mengalami gagal bayar kewajiban utang.
"Lembaga-lembaga internasional tidak memuji kami karena optimisme tanpa dasar. Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia tangguh," kata Presiden.
Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa ketahanan ekonomi Indonesia merupakan hasil dari kebijakan yang dirancang secara hati-hati dan berbasis bukti.
Oleh karena itu, pemerintah optimis Indonesia tidak hanya mampu bertahan di tengah gejolak global, tetapi juga memanfaatkan momentum untuk mempercepat pertumbuhan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IMF puji ekonomi Indonesia, Prabowo optimis laju pertumbuhan naik
