Kota Gorontalo (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gorontalo mulai mengembangkan bidang peternakan khususnya ayam petelur dalam program keterampilan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.

"Konsep ini muncul dengan kita melihat kondisi yang ada di lapangan, di belakang Lapas itu ada bangunan dan kita manfaatkan untuk kandang ayam petelur," ucap Kepala Lapas Kelas IIA Gorontalo Sulistyo Wibowo di Gorontalo, Sabtu.

Ia menjelaskan, untuk tahap awal ada seratus ekor lebih ayam yang ada di kandang sejak tahun 2025 dan kini sudah mulai bertelur.

"Program bidang peternakan akan kita terus kembangkan, akan kita tambah sekitar 250 ekor ayam petelur lagi. Ini juga menunjang kemandirian bagi warga binaan," ujar Sulistyo.

Saat ini kata dia, telur yang dihasilkan baru digunakan untuk kebutuhan lokal Lapas Gorontalo. Namun tidak menutup kemungkinan jika hasil sudah bertambah, maka akan dipasarkan.

Salah seorang warga binaan pemasyarakatan Reza mengaku bersyukur menjadi salah seorang yang masuk dalam program peternakan ayam petelur tersebut.

"Sebagai warga binaan saya bersyukur, selagi kita dalam binaan Lapas kita juga dalam pengembangan diri di sini sebagai peternak ayam dan pertanian," ucap Reza.

Menurut dia, ayam petelur yang dikembangbiakkan di kandang Lapas Gorontalo tersebut harus dirawat sesuai dengan prosedur. Mulai dari pemberian vitamin, makanan bernutrisi hingga penyemprotan disinfektan.



Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026