Jakarta (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Kementerian Pertanian menstabilkan harga daging sapi di tingkat distributor yang ada di wilayah Tangerang Selatan, Banten, usai sempat naik hingga Rp110.00 per kilogram.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti keputusan sepihak terkait adanya kenaikan harga daging sapi karkas menjadi kisaran Rp 110.000 per kilogram (kg) oleh salah satu distributor di wilayah Tangerang Selatan.
"Distributor yang merupakan mitra Rumah Potong Hewan (RPH) Sinar Mulya Tengki di Tangerang Selatan itu dipastikan telah menurunkan kembali harganya maksimal di Rp107.000 per kg sampai Idul Fitri mendatang," kata Ketut dalam keterangan di Jakarta, Jumat.
Ketut menegaskan, tidak boleh ada pelaku usaha sektor pangan yang menaikkan harga dalam momen Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi.
"Sesuai arahan Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Bapak Andi Amran Sulaiman harga daging sapi harus dijaga untuk masyarakat," ujarnya.
Adapun berdasarkan Surat Edaran Dirjen PKH Kementan No 27067/PK.330/F/01/2026 Tanggal 27 Januari 2026 dalam rangka menjaga stabilisasi harga daging sapi, harga penjualan sapi bakalan impor siap potong maksimal Rp 55.000/kg berat hidup di tingkat feedlot.
Lalu harga maksimal Rp56.000/kg berat hidup di tingkat Rumah Potong Hewan (RPH). Harga itu berlaku sampai dengan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri Tahun 2026.
Selanjutnya Surat Edaran Dirjen PKH Kementan No 09043/PK.330/F/02/2026 Tanggal 9 Februari 2026 menjamin agar harga bakalan siap potong di RPH maksimal Rp56.000/kg dan karkas maksimal Rp107.000/kg.
"Pemerintah telah menetapkan harga mulai dari feedloter, RPH sampai pengecer. Tentu jika ada yang melanggar, pemerintah pasti melakukan tindakan yang tegas dan terukur," jelas Ketut.
Selain pengawasan harga di setiap lini pasar, pemerintah juga terus melaksanakan fungsi stabilisasi harga daging sapi bersama BUMN pangan.
Ketut mengungkap PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) dan PT Berdikari telah berkomitmen untuk menggenjot operasi pasar untuk menyambut Idul Fitri.
"Stok daging sapi dan kerbau dapat diakses masyarakat dengan harga lebih terjangkau, pemerintah bersama BUMN pangan menggencarkan akses pangan murah," ucap Ketut.
Bapanas menyatakan perkembangan harga daging sapi secara nasional sepanjang Ramadhan cukup terkendali. Harga sempat naik Rp143.048 per kg pada 15 Februari. Namun per 11 Maret mulai turun menjadi Rp140.698 per kg.
Sementara itu, pengelola RPH Sinar Mulya Tengki Ibnu Abbas mengaku pihaknya telah memberi teguran kepada mitra distributor yang menaikkan harga tersebut.
Ia pastikan harga daging sapi di tingkat distributor telah dikembalikan sesuai yang diarahkan pemerintah.
"Kami sudah melakukan teguran kepada CV Keysya terkait kenaikan harga sepihak dan kami meminta per tanggal 11 (Maret) malam, harga sudah turun menjadi Rp107.000 per kilogramnya, (dalam bentuk) karkas. Kami akan memantau secara maksimal sampai Hari Raya nanti," ujar Ibnu.
Sebelumnya, Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta para importir daging sapi untuk mengeluarkan stoknya selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
Amran juga memastikan penindakan tegas akan diimplementasikan jika ada anomali harga.
"Kalau ada produsen menaikkan, khususnya feedloter, menaikkan yang sapi bakalan, aku cabut izinnya dan tidak boleh impor lagi. Itu kenaikan harga ada di distributor besar, middleman-nya," tegas Amran.
Tidak hanya itu, Amran juga memastikan akan mengusut tuntas siapa pedagang perantara atau middleman yang menjadi biang keladi anomali harga daging sapi.
Bapanas memproyeksikan kebutuhan konsumsi masyarakat terhadap daging sapi/kerbau di kisaran 65,8 ribu ton. Untuk itu, pemerintah memastikan ketersediaan pasokan secara nasional masih mencukupi.
Proyeksi ketersediaan daging sapi/kerbau secara nasional sampai Maret berada di angka 226 ribu ton, sehingga masih aman dan mencukupi.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pemerintah stabilkan harga daging sapi tingkat distributor usai naik
Pewarta: Muhammad HariantoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026