Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, mempercepat pengurusan pembangunan infrastruktur jalan, yang menghubungkan wilayah Kecamatan Tulabolo dan Pinogu.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Bolango Iwan Mustafa di Gorontalo, Kamis, mengatakan saat ini pembahasan pembangunan satu-satunya akses dari dan menuju ke wilayah paling timur Provinsi Gorontalo itu telah memasuki babak pengusulan ke kementerian.
"Kami bersama pihak terkait menyepakati pembangunan ruas jalan Tulabolo-Pinogu sepanjang 54 kilometer, yang sebelumnya memiliki lebar 2 meter kini dikembangkan menjadi 5 meter," kata Iwan.
Saat ini, kata dia, pembangunan ruas jalan telah memasuki babak penyiapan kelengkapan dokumen, sesuai lampiran dan persyaratan yang diminta oleh Kementerian Kehutanan.
Hal itu penting karena ruas jalan tersebut berada atau melintasi kawasan hutan lindung Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.
Dalam pengurusannya, tentu terdapat studi kelayakan dan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal), yang akan dilakukan secara simultan, namun memerlukan waktu cukup lama.
Pembangunan ruas jalan Tulabolo-Pinogu diperkirakan memerlukan waktu selama tujuh bulan.
Dari segi anggaran, Pemkab Bone Bolango telah mendiskusikan dengan Balai Jalan Nasional Kementerian PU, yang nilainya bisa mencapai ratusan miliar rupiah dan selanjutnya akan diusulkan melalui jalur instruksi presiden (inpres).
Sejauh ini, progres pembangunannya hanya terkendala dengan kelengkapan dokumen yang masih perlu dilengkapi secara keseluruhan.
Tentunya, untuk melengkapi dokumen yang disyaratkan, Pemda Bone Bolango melibatkan banyak pihak termasuk organisasi kemasyarakatan di wilayahnya.
Percepatan pembangunan jalan ini merupakan impian masyarakat Kecamatan Pinogu, yang mengharapkan infrastruktur penunjang kelangsungan dan aktivitas masyarakat.
"Kami memiliki target bahwa sebelum tahun anggaran berakhir, perencanaan pembangunan jalan Tulabolo-Pinogu ini dituntaskan hingga batas pada akhir tahun 2026," imbuhnya.
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026