Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan daerah itu sedang memprioritaskan pengentasan tengkes dan kemiskinan, sehingga diharapkan menjadi perhatian utama bersama oleh seluruh pemangku kepentingan di daerah itu.

Gusnar mengatakan hal tersebut di Gorontalo, Senin saat menjadi pembicara kunci pada Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Rakorda Bangga Kencana).

Rapat yang diikuti instansi teknis provinsi dan kabupaten/kota tersebut, digelar di Kantor Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Gorontalo.

Gusnar mengatakan persoalan tengkes masih menjadi pekerjaan rumah sebab masih berada di angka 23,8 persen tahun 2024.

Ia berhadap tahun 2025 sudah turun di angka 20 persen.

"Kasus stunting di Gorontalo masih cukup tinggi, walaupun saya akui kita semua sudah bekerja keras dan sudah tentunya dimotori oleh para petugas PLKB. Dari 26,9 pada tahun 2023 menjadi 23,8 tahun 2024. Saya minta untuk tahun 2025 ini, angka ini bisa menyentuh angka 20 persen sebagai upaya pengentasan,” Kata Gusnar.

Ia mengatakan menaruh harapan besar kepada Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB), mengingat tugas itu sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan warga di mana mereka ditempatkan.

Menurutnya ada tiga jabatan yang strategis sejak orde baru yakni PLKB, penyuluh pertanian dan penggerak koperasi.

“Saat itu Indonesia berhasil swasembada beras secara internasional. Itu terjadi pada tahun 1984, sehingga seingat saya, pada tahun 1986 hingga 1987 kita bisa menekan angka kelahiran penduduk sampai di bawah dua persen. Saat itu pun disusul dengan terbentuknya koperasi-koperasi,” kata Gusnar mengenang dan memberi semangat.

Ia menyebut posisi Kemendukbangga/BKKBN sangat strategis karena mengurusi manusia mulai dari dalam janin hingga lanjut usia.

Melalui PLKB ia berharap masalah tengkes, kemiskinan dan angka putus sekolah bisa ditekan dengan pendekatan langsung kepada masyarakat.

“Saya memegang data kemiskinan desil satu sampai lima, cuma di mana dan siapa orangnya, bapak ibu PLKB paling banyak tahu. Maksud saya, menyampaikan kemiskinan ini agar supaya kita pegang data ini dan bentuk intervensi dengan tepat,” kata Gusnar.

Hal lain yang menjadi perhatian Gubernur Gusnar menyangkut angka putus sekolah.

Data menunjukkan anak putus sekolah di Gorontalo cukup tinggi lebih kurang 25 ribu orang.

Pendekatan yang tepat melalui petugas lapangan diharapkan bisa mengajak mereka kembali ke sekolah.

“Kami sementara mengkaji sekarang, kalau guru-guru itu tidak sekedar mengajar di depan kelas atau di dalam kelas, tapi juga mencari anak-anak ini untuk masuk sekolah. Saya sangat bergembira sekali kalau PLKB ini bisa berperan di sini menemukan anak-anak itu. Nanti dilaporkan kepada Kepala BKKBN,” katanya pula.

Rakroda Bangga Kencana dihadiri oleh Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Kemendukbangga Nopian Andusti melalui sambungan zoom meeting.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo Effendi Korompot, Ketua Fraksi Golkar DPRD Ghalieb Lahidjun, Plt Kakanwil Kemenag Kaswad Sartono dan sejumlah pejabat tinggi Pemprov Gorontalo, juga hadir secara langsung.
 



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026