Gorontalo, (Antaranews Gorontalo) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memberikan bantuan dana pendampingan penanganan stunting kepada tim penggerak PKK Kabupaten Gorontalo sebesar Rp650 juta.
Ketua Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Gorontalo Fory Naway di Gorontalo, Kamis, mengatakan dalam penyaluran bantuan itu, Kementerian Kesehatan memberikan kepada PKK yang sudah memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penurunan stunting di daerahnya.
"PKK Kabupaten Gorontalo merupakan mitra Pemerintah Daerah yang dinilai sudah memiliki peran dan kontribusi nyata dalam penurunan stunting, sehingga mendapatkan dukungan dana pendampingan," ujarnya.
Ia menjelaskan, dari seluruh mitra termasuk PKK dipilih kabupaten yang lebih konsen, tanpa diminta, tanpa diharapkan dan tanpa diimbau.
"Kami berinisiatif karena kami memang peduli dan ingin bersinergi dengan program penurunan stunting," kata dia.
Fory mengaku, Gerakan Masyarakat Penurunan Stunting oleh PKK Kabupaten Gorontalo selama ini dilakukan di Pos Gizi, Lumbung Gizi dalam rangka meningkatkan pengetahuan ibu tentang gizi.
"Pos gizi adalah kegiatan sekolah singkat selama 12 hari bagi ibu balita dan ibu hamil dalam rangka membagikan pengetahuan dan menambah wawasan kepada ibu balita dan ibu hamil yang dipandu oleh kader gizi, Tim Penggerak PKK desa, bidan desa dan petugas gizi di Puskesmas," jelas Fory.
Di Kabupaten Gorontalo, menurut Fory, terdapat tujuh kecamatan dengan sebaran 10 desa yang menjadi sasaran daerah stunting dan terdapat dua Kecamatan yang tertinggi angka stuntingnya, yakni Kecamatan Bongomeme dan Limboto Barat yang kini sudah mengalami penurunan.
"Tadinya di Kecamatan Limboto Barat terdapat 21 orang anak menderita stunting dan Alhamdulillah sekarang tinggal delapan orang anak. Demikian juga di Bongomeme yang tadinya 18 orang anak, sekarang tinggal empat orang anak. Yang sisa 12 orang anak ini akan terus kita perhatikan sampai tuntas," ucapnya.
