Wakil Bupati Bone Bolango, Gorontalo, Merlan S Uloli meminta warga dan aparatur sipil negara (ASN) agar tidak membakar sampah guna mencegah terjadinya kebakaran saat musim kemarau.

"Saat ini kita sedang berada pada musim panas yang berkepanjangan yang diprediksi akan terjadi sampai bulan Oktober. Saya meminta ASN dan warga agar tidak membakar sampah," ucap Merlan di Bone Bolango, Senin.

Musim kemarau yang melanda Indonesia khususnya Kabupaten Bone Bolango beberapa bulan terakhir tidak hanya mengakibatkan kekeringan. Cuaca ekstrem ini, kata dia, juga berpotensi mengakibatkan kebakaran jika tidak dicegah dan diantisipasi.

Berdasarkan data Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Bone Bolango, pada bulan Agustus hingga awal September 2023 telah terjadi 18 kebakaran yang melanda 15 lahan warga dan tiga bangunan di wilayah Kabupaten Bone Bolango.

Ia meminta Dinas Lingkungan Hidup, Pertanahan, dan Perhubungan (DLHPP) agar dapat melakukan penyiraman seluruh tanaman, rumput, dan pepohonan agar tidak layu dan mati.

Ia juga meminta imbauan tidak membakar sampah sembarangan itu juga disebarluaskan secara masif hingga ke pelosok desa tidak hanya melalui pesan singkat, tetapi juga menggunakan mobil penerangan.

"Jika imbauan itu hanya dilakukan melalui grup WhatsApp warga tidak akan dengar. Oleh karena itu, saya meminta imbauan ini disebarluaskan oleh camat, kepala desa, dan lurah menggunakan mobil penerangan agar warga bisa mendengarnya," kata Merlan.

Begitu juga bagi organisasi perangkat daerah (OPD) agar bergerak bersama untuk menjadi duta informasi yang disampaikan kepada masyarakat.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bone Bolango menunjukkan sejumlah di daerah itu kini mengalami kesulitan air bersih, di antaranya Desa Buata, Luwohu, Lonuo, dan Huangobotu.

Pewarta: Adiwinata Solihin

Editor : Debby H. Mano


COPYRIGHT © ANTARA News Gorontalo 2023