Gorontalo, (ANTARAGORONTALO) - Jika musim ikan nike tiba, ternyata memberi dampak positif bagi nelayan dan penjual ikan musiman di Gorontalo, karena penghasilannya hingga Rp20 juta/harinya.

Seorang nelayan ikan nike di jalan mayor Dullah, Kota Gorontalo, Ismail, Selasa, mengatakan, saat musim angin timur seperti sekarang ini, tangkapan ikan nike atau duwo dalam bahasa Gorontalo, selalu banyak.

"Dalam musim nike yang terjadi pada musim angin timur seperti sekarang, dalam sehari saya mampu menghasilkan hingga Rp20 juta/hari, dengan mempekerjakan lima belas orang, dengan menggunakan dua perahu dan satu "tagahu" (jala untuk menangkap nike)," ungkap Ismail.

Ismail juga mengatakan bahwa, pendapatan penjualan ikan nike pada musim ini lebih banyak daripada bulan sebelumnya, yaitu Rp20 juta/hari dibandingkan bulan sebelumnya hanya Rp9 juta/hari.

"Namun dari Rp20 juta tersebut, saya masih harus membagi hasil penjualan tersebut kepada penjala nike serta orang yang khusus memindahkan nike dari perahu kedalam kotak penyimpanan dan karung," tambah Ismail.

Kusman, seorang pembeli ikan nike mengatakan, membeli nike untuk dijual kembali di pasar-pasar tradisional yang ada di Kota Gorontalo.

"Saya membeli nike seharga Rp400.00 untuk seember nike atau delapan puluh kaleng kecil, dan akan saya jual kembali seharga Rp5.000 hingga Rp15.000 per kalengnya, keuntungan yang saya dapatkan bisa mencapai Rp200.000 hingga Rp300.000 per ember," ungkap Kisman.

Nike biasanya muncul pada lima malam sebelum bulan di langit berakhir atau tiga malam dan tujuh malam. Pada saat bulan tinggal menyisakan satu malam, tangkapan nelayan biasa disebut "Biloa" atau nike dengan ukuran lebih kecil.

Namun ikan nike pada hari-hari terakhir ukurannya lebih kecil dan rasanya sedikit berbeda dengan nike pada hari-hari pertama. 

Pewarta: Adiwinata Solihin
Editor : Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2026