Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Jelang tahun ajaran baru, penjualan seragam sekolah di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, mengalami peningkatan.
Pantauan ANTARA, Jumat, di kompleks pertokoan jalan Jenderal Suprapto Kota Gorontalo hampir semua pedagang seragam sekolah ramai oleh masyarakat yang datang untuk membeli.
Olis Suwandi, seorang pedagang seragam sekolah mengaku, jelang tahun ajaran baru seperti sekarang, sejak pagi hari, lapaknya sudah ramai oleh pembeli.
"Warga banyak yang datang membeli seragam sekolah merah putih, baik, pramuka hingga Palang Merah Remaja (PMR), sudah beberapa hari ini saya menjual ratusan pasang seragam setiap harinya," ungkap Olis.
Ia mengatakan, jilbab, ikat pinggang serta dasi dan topi juga banyak dicari oleh warga untuk perlengkapan sekolah anak mereka.
"Harga seragam bervariasi, tergantung ukuran, seperti untuk pria dan wanita harganya berbeda," katanya.
Iwan Lanti, pedagang seragam sekolah lainnya mengatakan, omset penjualan seragam sekolah dilapak miliknya saat hari biasa berkisar Rp2juta per hari.
"Saat ramai seperti saat ini, saya dapat menjual seragam sekolah dan perlengkapan lainnya lebih banyak dan omset saya mencapai Rp14juta sehari," jelas iwan.
Ia memprediksi, dalam dua hari ke depan, penjualan seragam sekolah masih akan terus ramai, sehingga ia mempersiapkan banyak persediaan agar dapat melayani pembeli dan meraup omset sebanyak-banyaknya.
Untuk harga seragam Taman Kanak-Kanak (TK), dijual Rp85ribu hingga Rp10ribu, Sekolah Dasar (SD) Rp75ribu hingga Rp90ribu.
Seragam sekolah Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Pertama (SMA) dijual Rp125ribu hingga Rp135ribu.
Sedangkan topi dan dasi dijual Rp15ribu dan jilban Rp25rubu hingga Rp45ribu.
Menurut sejumlah pedagang, seragam sekolah yang mereka jual diperoleh dari konveksi maupun toko grosir di Gorontalo, Manado (Sulawesi Utara) dan Makassar (Sulawesi Selatan).
