Gorontalo, (ANTARAGORONTALO) - Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, terus mengoptimalkan produksi ikan kering lokal dengan membangun Balai Pengolahan dan Pengeringan Ikan.

Bupati Indra Yasin, Jumat di Gorontalo mengatakan, infrastruktur tersebut dibangun dengan anggaran Rp1 miliar di Desa Katialada, Kecamatan Kwandang.

Untuk menangkap peluang pasar ikan kering khususnya ikan teri yang permintaannya cukup tinggi.

Menurut bupati, produksi ikan teri basah di daerah ini sangat melimpah, bahkan nelayan tradisional terpaksa harus mengubur ulang tangkapannya, karena minimnya fasilitas pengeringan, baik bak pengering maupun lokasi pengeringan yang memadai.

Maka Pemerintah Daerah membangun balai tersebut untuk mendukung produksi ikan teri yang harganya cukup baik, kualitas sedang berkisar antara Rp35.000-Rp45.000 per kilo gram, termasuk ikan asin dari berbagai jenis yang dijual Rp50.000-Rp60.000 per kilo gram.

Sementara harga ikan kering untuk komoditas pakan ternak dari daerah ini mencapai Rp11.000 per kilo gram.

Bupati berharap, seluruh hasil tangkapan ikan bisa masuk ke balai ini agar bisa dikeringkan dan diolah sesuai permintaan pasar.

Pengrajin ikan kering diharapkan memanfaatkan sarana dan prasarana yang sudah disiapkan tersebut, disamping upaya Pemerintah Daerah menarik investor dalam dan luar negeri untuk peningkatan sarana dan prasarana yang lebih memadai.

Kebanyakan ikan kering dari kabupaten ini diantar pulaukan ke beberapa daerah di Pulau Sulawesi dan Jawa, serta dipasok di pasar-pasar tradisional yang ada di kabupaten lainnya di Provinsi Gorontalo.  

Pewarta: Susanti Sako
Editor : Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2026