Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat sumber daya manusia (SDM) di bidang pelatihan vokasi melalui penyelenggaraan Training of Trainers (TOT) Smart System yang berbasis digital.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai, para instruktur dituntut untuk terus memperbarui kompetensinya agar selaras dengan perkembangan kebutuhan industri.
“Kita semua harus berkembang. Tidak boleh ada instruktur yang ilmunya sama seperti 10 tahun lalu. Instruktur harus adaptif dan terus mengembangkan diri agar mampu memberikan pelatihan yang relevan,” ujar Menaker dikutip dari keterangannya di Jakarta, Senin.
Yassierli menambahkan, pelatihan vokasi bersifat praktis dan singkat, sehingga perlu dirancang secara tepat untuk menjawab kebutuhan industri yang cepat dan spesifik.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti tiga tantangan utama dalam pelatihan vokasi. Pertama adalah efektivitas terkait kurikulum dan program pelatihan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri.
Kedua, skala, yakni sejauh mana pelatihan mampu menjangkau peserta secara luas, mengingat jumlah pengangguran yang masih tinggi.
Ketiga, pengangguran, yakni pelatihan harus mampu menekan angka pengangguran dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kita ingin pelatihan ini benar-benar membuka kesempatan yang setara dan memberikan dampak nyata bagi semua,” tegas Menaker.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Latihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Agung Nur Rohmat, menjelaskan, TOT Smart System dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi instruktur.
“Ini bertujuan menyiapkan instruktur yang adaptif, inovatif, serta mampu merancang dan mengembangkan pelatihan di bidang teknologi digital,” ujar Agung.
Ia juga menyampaikan, pelatihan ini berlangsung selama 14 hari, yaitu pada 16-30 Juni 2025, dan diikuti secara daring oleh 280 peserta dari jabatan fungsional instruktur di 21 Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) di lingkungan Ditjen Binalavotas.
TOT Smart System ini terbagi dalam dua kategori utama, yaitu Smart Creative IT Skill dan Smart Operation.
Adapun Smart Creative IT Skill mencakup pelatihan content creator, web development, generative AI, dan social media optimization.
Sementara, Smart Operation meliputi pelatihan Internet of Things (IoT), business intelligence, data science, dan data analysis.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemnaker perkuat kompetensi SDM vokasi melalui sistem berbasis digital
