Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bone Bolango Rusliyanto Monoarfa mengatakan bahwa dirinya tidak pernah berniat untuk mengkhianati rakyat terkait dengan rencana pemakhzulan terhadap bupati setempat.
Rusli di Gorontalo, Kamis menjelaskan bahwa upaya pemakhzulan terhadap Bupati Bone Bolango, Hamim Pou telah mendapatkan dukungan rakyat, maka hal itu harus tetap dituntaskan.
Sebab kata Rusliyanto, jika upaya pemakhzulan tidak tuntas maka akan ada penilaian buruk terhadap kinerja DPRD Kabupaten Bone Bolango dari rakyat.
"Saya tidak punya niat sama sekali untuk mengkhianati rakyat, makanya sampai dengan saat ini, saya tetap berkomitmen untuk bersama-sama membangun daerah ke arah yang lebih baik," kata Rusliyanto.
Dia menambahkan, selasa (3/12) kemarin, dirinya resmi menyerahkan dratf materi impeachment atau pemakhzulan ke Mahkamah Agung (MA).
Penyerahan draft tersebut merupakan bukti komitmen dirinya dalam menindaklanjuti keinginan para anggota DPRD Kabupaten Bone Bolango.
"Kita semua sama menginginkan Bupati Bone Bolango diberhentikan karena dinilai telah melanggar sumpah jabatan," ujar Rusliyanto.
Sebelumnya, upaya pemakhzulan itu didahului oleh pengajuan hak interpelasi dari 24 orang anggota DPRD Kabupaten Bone Bolango.
Selanjutnya jawaban Bupati Bone Bolango Hamim Pou terhadap sejumlah pertanyaan yang diajukan dalam penggunaan hak interpelasi itu, ditolak oleh para anggota DPRD.
