Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengatakan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang akan dilaksanakan di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo, dinilai membawa kemaslahatan bagi warga dan daerah itu.
Gubernur di Gorontalo, Kamis, mengatakan kegiatan ini akan mendatangkan 27 ribu petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga masyarakat yang memiliki usaha kecil dan menengah di daerah bisa memanfaatkannya.
"Ini adalah kegiatan nasional, ada puluhan ribu orang dari luar daerah datang ke Gorontalo, sehingga harus dilayani dengan baik. Manfaatkan usaha-usaha yang ada, sehingga perputaran uang juga cepat," kata Gusnar.
Ia mengatakan saat ini tercatat ada sekitar enam ribu unit rumah warga di Kabupaten Gorontalo yang telah siap untuk dihuni oleh peserta selama mengikuti kegiatan tersebut.
Tentunya hal itu menjadi kesempatan dan peluang bagi para pelaku usaha di Kabupaten Gorontalo baik kecil maupun menengah, untuk benar-benar memanfaatkan dengan baik.
Salah satunya, kata Gusnar, yaitu pengemudi becak motor (bentor) yang diminta harus memperhatikan faktor kebersihan dan kenyamanan, karena orang yang akan mereka layani adalah tamu dari luar daerah.
Berkaitan dengan layanan transportasi bagi peserta Pekan Nasional, dirinya telah meminta Kepala Dinas Pertanian agar melibatkan para pengemudi bentor untuk keperluan transportasi peserta selama mengikuti kegiatan di Gorontalo, agar mereka bisa merasakan manfaat dari kegiatan skala nasional tersebut.
Begitupun bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), diminta terlibat dalam penyajian beragam keperluan sehari-hari, baik makanan, minuman atau jasa lainnya, sehingga apa yang menjadi kebutuhan para peserta bisa terpenuhi dan roda perekonomian daerah berputar dengan cepat.
"Ini adalah momen spesial bagi warga khususnya di Kabupaten Gorontalo. Selain bisa bertukar pikiran dan ilmu pengetahuan dengan para peserta dari luar daerah, Pekan Nasional Petani Nelayan XVII, juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.*
Pewarta: Susanti SakoEditor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026