Jakarta (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) minimal memberdayakan 30 persen masyarakat prasejahtera yang termasuk kategori miskin dan miskin ekstrem (desil 1 dan 2).
Staf Khusus Badan Gizi Nasional (BGN) Redy Hendra Gunawan dalam konferensi pers yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, Selasa, mengatakan hal tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja.
"Kami berharap dengan kebijakan ini BGN akan berkontribusi terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja, terutama yang berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2. Dari 47 tenaga kerja di SPPG, minimal 30 persennya masyarakat prasejahtera," kata Redy.
Ia memaparkan, jumlah SPPG yang telah beroperasi hingga hari ini berjumlah 2.378 unit, menggandeng 6.076 kelembagaan ekonomi lokal yang menjadi penyuplai SPPG, terdiri dari koperasi, Badan Usaha Milik Desa, Badan Usaha Milik Desa Bersama, dan UMKM.
"Sebanyak 93.572 sumber daya manusia dari masyarakat lokal terlibat menjadi relawan SPPG," ujar dia.
Per hari ini, Program MBG telah menjangkau 7.444.238 penerima manfaat yang tersebar di seluruh daerah. Dari kategori sasaran penerima manfaat, untuk siswa tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)/TK berjumlah 433.480, SD/MI 3.074.451, SMP/MTs 1.991.877, SMA/SMK/MA/MAK 1.624.041, santri pondok pesantren 34.741, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)/SLB 13.059, seminari 795, ibu hamil 33.103, ibu menyusui 56.909, balita 176.926, serta siswa Sekolah Rakyat 4.856 penerima manfaat.
"Dalam rangka percepatan Program MBG, BGN dalam 10 hari ke depan akan mengoperasionalkan 2.401 SPPG, sehingga total dapur MBG yang beroperasi sebanyak 4.788 unit. Artinya, BGN dalam 10 hari ke depan akan melayani kurang lebih 15 juta penerima manfaat," tuturnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: BGN: SPPG minimal berdayakan 30 persen masyarakat prasejahtera
