Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo memperkuat kolaborasi dengan semua pihak dalam pencegahan dan pengendalian penyakit di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Anang Otoluwa, di Kota Gorontalo, Selasa, mengatakan upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan rapat koordinasi teknis bidang pencegahan dan pengendalian penyakit, yang berlangsung di Kota Gorontalo selama tiga hari ke depan.
"Kegiatan ini melibatkan 120 peserta yang terdiri dari pemerintah kabupaten dan kota, pelaku usaha, akademisi, organisasi sosial kemasyarakatan, media, dan elemen masyarakat," ucap Anang.
Menurut dia, keberhasilan program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) tersebut seutuhnya membutuhkan dukungan dan keseriusan dari semua pihak terkait, terutama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
"Saat ini tantangan di bidang kesehatan khususnya pencegahan dan pengendalian penyakit semakin kompleks di tengah-tengah perubahan iklim dan mobilitas masyarakat yang tinggi, serta dinamika sosial ekonomi," ujar dia.
Anang mengemukakan, berbagai penyakit menular maupun tidak menular juga terus mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat. Dalam beberapa waktu terakhir Provinsi Gorontalo menghadapi kasus-kasus peningkatan penyakit menular, salah satunya malaria yang terjadi di Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Boalemo, dan Kabupaten Gorontalo.
Selain itu, ada juga kasus penyakit tidak menular yang tercatat trennya mengalami peningkatan, sehingga membutuhkan kerja sama lintas sektor, lintas program, dan lintas daerah.
Hal itu yang menjadi landasan komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk memperkuat layanan kepada masyarakat termasuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan, perawatan, jejaring laboratorium, serta dukungan kebijakan anggaran.
"Oleh karena itu, kami mengajak semua instansi dan elemen yang terlibat untuk menjadikan kesempatan ini sebagai sarana memperkuat semangat kolaborasi dan integrasi, dalam mewujudkan masyarakat Provinsi Gorontalo yang sehat, produktif, serta berdaya saing," katanya.
