Gorontalo (ANTARA) - Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mengajak seluruh elemen di lingkungan Pemerintah Provinsi untuk menyemarakkan perayaan Hari Besar Keislaman.

"Saya meminta perayaan hari besar keislaman tingkat Provinsi Gorontalo, untuk makin ditingkatkan," kata Gusnar di Gorontalo, Jumat.

Ia menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Djabbal Muhsinin, kompleks gubernuran. 

"Mungkin di kalangan kita ada yang bertanya-tanya, berapa tahun ini tidak pernah melaksanakan peringatan ini, saya terus terang memang nampaknya Pemerintah Provinsi Gorontalo mungkin saking sibuknya, peringatan hari-hari besar Islam luput dari agenda kegiatan. Oleh karena itu, tidak ada kata terlambat ketika teringat, kita gelar," kata Gusnar.

Ia menyampaikan pentingnya perayaan hari besar keislaman sebagai refleksi kecintaan kepada Rasulullah dan nilai-nilai keagamaan. 

Disamping itu, juga sebagai spirit dalam beribadah lebih khusus dalam menjalankan tugas pokok sehari-sehari sebagai pelayan rakyat.

Gusnar juga menyampaikan perayaan keagamaan sebagai bentuk responsif atas perkembangan transformasi kehidupan masyarakat.

Menurutnya di Gorontalo saat ini, banyak berkembang majelis-majelis keagamaan.

Melalui perayaan keagamaan, akan membawa dampak ekonomi yang baik bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dengan berpartisipasi majelis-majelis keagamaan maupun masyarakat lainnya.

"Bapak ibu ketahui, sekarang majelis taklim ada kurang lebih seratusan sampai dua ratusan di Kota Gorontalo. Bayangkan kalau dia memiliki lima seragam, maka ada sekian ribu UMKM yang laku, khusus untuk majelis taklim ini. Oleh sebab itu, kegiatan-kegiatan ini bisa membangkitkan ekonomi kreatif di tengah-tengah masyarakat," kata Gusnar.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad tingkat Provinsi Gorontalo dilaksanakan secara sederhana dengan mengadakan doa dan zikir bersama.

Acara juga diisi dengan ceramah hikmah Maulid nabi oleh Sofyan Kau dari IAIN Sultan Amai Gorontalo.

 



Pewarta: Susanti Sako
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026