Gorontalo (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo mengajak generasi muda di daerah itu untuk berani menjadi pengawas partisipatif dalam pelaksanaan perhelatan demokrasi.
Anggota Bawaslu Gorontalo Utara Fadli Bukoting di Gorontalo, Sabtu, mengatakan hal itu usai kegiatan "Bawaslu Go to School" di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Gorontalo Utara.
Kegiatan yang juga dihadiri kepala sekolah dan para guru tersebut menyedot perhatian ratusan pelajar di sekolah itu.
Fadli mengatakan program ini digelar untuk mengajak generasi muda, khususnya pemilih pemula agar lebih paham tentang pentingnya pengawasan partisipatif dalam pemilu.
Ia mengatakan bahwa pemilih pemula punya peran penting menjaga demokrasi.
"Adik-adik sekalian adalah generasi yang akan menentukan masa depan bangsa. Pemilu bukan hanya soal datang ke tempat pemungutan suara (TPS), tapi juga bagaimana kita semua ikut mengawasi agar prosesnya berjalan bersih dan adil," kata Fadli.
Di era digital sekarang, pemilih pemula bisa berkontribusi lewat banyak cara, mulai dari menyebarkan informasi yang benar, menolak politik uang, sampai berani melapor jika melihat dugaan pelanggaran.
"Alhamdulillah kegiatan ini mendapat respons positif dari pihak sekolah," katanya.
Kepala SMA Negeri 1 Gorontalo Utara Maharita Usman pun menilai kunjungan Bawaslu Gorontalo Utara sangat bermanfaat untuk menambah wawasan siswa tentang demokrasi sejak dini.
"Melalui Bawaslu Go to Schoolbdiharapkan lahir generasi muda yang lebih kritis, berani, dan peduli dalam menjaga demokrasi, bukan hanya sebagai pemilih, tapi juga sebagai pengawas partisipatif," katanya.

