• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News gorontalo
Sabtu, 7 Februari 2026
Antara News gorontalo
Antara News gorontalo
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Nasional
    • Menkomdigi seru jurnalis untuk hadirkan karya dengan data dan rasa

      Menkomdigi seru jurnalis untuk hadirkan karya dengan data dan rasa

      Sabtu, 7 Februari 2026 8:55

      HUT Ke-18 Gerindra, Prabowo undang tokoh partai di K4 Jumat malam

      HUT Ke-18 Gerindra, Prabowo undang tokoh partai di K4 Jumat malam

      Jumat, 6 Februari 2026 20:02

      Kemkomdigi telusuri dugaan kebocoran data pada proses rekrutmen

      Kemkomdigi telusuri dugaan kebocoran data pada proses rekrutmen

      Jumat, 6 Februari 2026 20:00

      TNI AD benarkan Seskab Teddy ikuti Pendidikan Reguler Seskoad

      TNI AD benarkan Seskab Teddy ikuti Pendidikan Reguler Seskoad

      Jumat, 6 Februari 2026 12:01

      Kemenimipas dorong LKBN ANTARA bangun jaringan pemberitaan global

      Kemenimipas dorong LKBN ANTARA bangun jaringan pemberitaan global

      Kamis, 5 Februari 2026 20:42

  • Kabar Gorontalo
    • Pemprov Gorontalo
    • Kab. Bone Bolango
    • Kab. Gorontalo Utara
    • Kab. Gorontalo
    • Kab. Boalemo
    • Kab. Pohuwato
    • Kota Gorontalo
    • Umum
    • Peristiwa
        • Politik
        • Hukum
        Bawaslu Gorontalo Utara perkuat pengawasan pemutakhiran data parpol

        Bawaslu Gorontalo Utara perkuat pengawasan pemutakhiran data parpol

        Minggu, 23 November 2025 5:39

        Bawaslu tanamkan semangat Hari Pahlawan sebagai pengawas pemilu

        Bawaslu tanamkan semangat Hari Pahlawan sebagai pengawas pemilu

        Senin, 10 November 2025 18:47

        Bawaslu memastikan hak politik disabilitas melalui pemahaman kepemiluan

        Bawaslu memastikan hak politik disabilitas melalui pemahaman kepemiluan

        Selasa, 14 Oktober 2025 21:39

        Bawaslu lakukan pengawasan rapat pleno terbuka rekapitulasi DPB

        Bawaslu lakukan pengawasan rapat pleno terbuka rekapitulasi DPB

        Kamis, 2 Oktober 2025 18:38

        Satlantas imbau orang tua awasi anak cegah kecelakaan lalu lintas

        Satlantas imbau orang tua awasi anak cegah kecelakaan lalu lintas

        Jumat, 23 Januari 2026 6:48

        Pemprov Gorontalo pastikan percepat tindak lanjut hasil temuan BPK

        Pemprov Gorontalo pastikan percepat tindak lanjut hasil temuan BPK

        Kamis, 15 Januari 2026 6:46

        Polres Pohuwato memusnahkan barang bukti ribuan liter miras

        Polres Pohuwato memusnahkan barang bukti ribuan liter miras

        Rabu, 31 Desember 2025 20:47

        Polri: Operasi Zebra Otanaha 2025 meningkatkan kepatuhan pengendara

        Polri: Operasi Zebra Otanaha 2025 meningkatkan kepatuhan pengendara

        Kamis, 27 November 2025 5:20

    • Ekonomi
        • Umum
        • Pariwisata
        Bawaslu Gorontalo Utara perkuat pengawasan pemutakhiran data parpol

        Bawaslu Gorontalo Utara perkuat pengawasan pemutakhiran data parpol

        Minggu, 23 November 2025 5:39

        Bawaslu tanamkan semangat Hari Pahlawan sebagai pengawas pemilu

        Bawaslu tanamkan semangat Hari Pahlawan sebagai pengawas pemilu

        Senin, 10 November 2025 18:47

        Bawaslu memastikan hak politik disabilitas melalui pemahaman kepemiluan

        Bawaslu memastikan hak politik disabilitas melalui pemahaman kepemiluan

        Selasa, 14 Oktober 2025 21:39

        Bawaslu lakukan pengawasan rapat pleno terbuka rekapitulasi DPB

        Bawaslu lakukan pengawasan rapat pleno terbuka rekapitulasi DPB

        Kamis, 2 Oktober 2025 18:38

        Satlantas imbau orang tua awasi anak cegah kecelakaan lalu lintas

        Satlantas imbau orang tua awasi anak cegah kecelakaan lalu lintas

        Jumat, 23 Januari 2026 6:48

        Pemprov Gorontalo pastikan percepat tindak lanjut hasil temuan BPK

        Pemprov Gorontalo pastikan percepat tindak lanjut hasil temuan BPK

        Kamis, 15 Januari 2026 6:46

        Polres Pohuwato memusnahkan barang bukti ribuan liter miras

        Polres Pohuwato memusnahkan barang bukti ribuan liter miras

        Rabu, 31 Desember 2025 20:47

        Polri: Operasi Zebra Otanaha 2025 meningkatkan kepatuhan pengendara

        Polri: Operasi Zebra Otanaha 2025 meningkatkan kepatuhan pengendara

        Kamis, 27 November 2025 5:20

        Wagub Gorontalo imbau KUR dimanfaatkan tepat kelola

        Wagub Gorontalo imbau KUR dimanfaatkan tepat kelola

        Rabu, 22 Oktober 2025 5:30

        Tingkat ketimpangan pengeluaran di Gorontalo turun 0,021 poin

        Tingkat ketimpangan pengeluaran di Gorontalo turun 0,021 poin

        Senin, 28 Juli 2025 18:54

        KPw BI Gorontalo gelar edukasi CBP Rupiah dan membaca sejak dini

        KPw BI Gorontalo gelar edukasi CBP Rupiah dan membaca sejak dini

        Kamis, 24 Juli 2025 15:45

        Polri berkomitmen dukung peningkatan produksi jagung di Bone Bolango

        Polri berkomitmen dukung peningkatan produksi jagung di Bone Bolango

        Kamis, 10 Juli 2025 20:11

        Pemprov hadirkan pesona Gorontalo melalui Discover Nusantara 2025

        Pemprov hadirkan pesona Gorontalo melalui Discover Nusantara 2025

        Senin, 11 Agustus 2025 22:14

        Wisata Oluhuta Paradise ramai pengunjung saat libur panjang

        Wisata Oluhuta Paradise ramai pengunjung saat libur panjang

        Sabtu, 31 Mei 2025 19:47

        Bank Indonesia sebut GKK mengakselerasi pertumbuhan ekonomi

        Bank Indonesia sebut GKK mengakselerasi pertumbuhan ekonomi

        Selasa, 25 Juni 2024 23:07

        Luhut: Gorontalo miliki daya tarik wisata maritim

        Luhut: Gorontalo miliki daya tarik wisata maritim

        Sabtu, 16 September 2023 6:29

    • Internasional
      • Iran dan AS mulai bahas soal nuklir di Oman

        Iran dan AS mulai bahas soal nuklir di Oman

        Sabtu, 7 Februari 2026 8:56

        PM Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait Epstein

        PM Inggris minta maaf atas penunjukan dubes terkait Epstein

        Jumat, 6 Februari 2026 20:03

        Hujan salju lebat diperkirakan landa Jepang saat Pemilu

        Hujan salju lebat diperkirakan landa Jepang saat Pemilu

        Jumat, 6 Februari 2026 19:56

        Tolak perpanjang New START, Trump mau perjanjian nuklir baru

        Tolak perpanjang New START, Trump mau perjanjian nuklir baru

        Jumat, 6 Februari 2026 12:02

        Presiden Prabowo terima kunjungan PM Albanese di Istana Merdeka

        Presiden Prabowo terima kunjungan PM Albanese di Istana Merdeka

        Jumat, 6 Februari 2026 11:49

    • Hiburan
      • Garena Game Jam 3 digelar untuk dukung pengembangan talenta gim

        Garena Game Jam 3 digelar untuk dukung pengembangan talenta gim

        Sabtu, 7 Februari 2026 8:57

        Penggunaan musik untuk live streaming di medsos juga bisa kena royalti

        Penggunaan musik untuk live streaming di medsos juga bisa kena royalti

        Jumat, 6 Februari 2026 6:53

        Pemutaran lagu jingle perusahaan dinilai tak perlu dikenai royalti

        Pemutaran lagu jingle perusahaan dinilai tak perlu dikenai royalti

        Jumat, 6 Februari 2026 6:50

        ArtSwara gelar "Vintage Sounds" angkat romantisme musik era 80--90an

        ArtSwara gelar "Vintage Sounds" angkat romantisme musik era 80--90an

        Kamis, 5 Februari 2026 19:34

        Roblox adopsi klasifikasi usia IGRS untuk kontennya di Indonesia

        Roblox adopsi klasifikasi usia IGRS untuk kontennya di Indonesia

        Kamis, 5 Februari 2026 14:03

    • Olahraga
      • Michael Carrick waspadai lini serang Tottenham

        Michael Carrick waspadai lini serang Tottenham

        Jumat, 6 Februari 2026 20:24

        Kapten Iqbal: Jangan cepat puas sampai kita juara

        Kapten Iqbal: Jangan cepat puas sampai kita juara

        Jumat, 6 Februari 2026 20:05

        Ardiansyah Nur: Sayang kalau gak juara

        Ardiansyah Nur: Sayang kalau gak juara

        Jumat, 6 Februari 2026 20:05

        Ivar Jenner resmi bergabung dengan klub Indonesia Dewa United

        Ivar Jenner resmi bergabung dengan klub Indonesia Dewa United

        Jumat, 6 Februari 2026 11:50

        Atletico Madrid berpesta lima gol ke gawang Real Betis

        Atletico Madrid berpesta lima gol ke gawang Real Betis

        Jumat, 6 Februari 2026 6:56

    • Teknologi
      • BMW Group Indonesia hadirkan program spesial di IIMS 2026

        BMW Group Indonesia hadirkan program spesial di IIMS 2026

        Jumat, 6 Februari 2026 12:03

        XPENG bawa teknologi AI untuk mobilitas masa depan di IIMS 2026

        XPENG bawa teknologi AI untuk mobilitas masa depan di IIMS 2026

        Jumat, 6 Februari 2026 6:58

        Wuling hadirkan Eksion di IIMS 2026

        Wuling hadirkan Eksion di IIMS 2026

        Jumat, 6 Februari 2026 6:58

        Hyundai rilis SANTA FE hybrid di IIMS 2026, dilego Rp932,4 juta

        Hyundai rilis SANTA FE hybrid di IIMS 2026, dilego Rp932,4 juta

        Jumat, 6 Februari 2026 6:55

        BYD rilis varian baru Atto 3 di IIMS 2026, harga Rp415 juta

        BYD rilis varian baru Atto 3 di IIMS 2026, harga Rp415 juta

        Jumat, 6 Februari 2026 6:55

    • Artikel
      • Menutup celah maut Whip Pink demi Generasi Emas

        Menutup celah maut Whip Pink demi Generasi Emas

        Kamis, 5 Februari 2026 8:35

        Mengapa Polri harus tetap di bawah presiden?

        Mengapa Polri harus tetap di bawah presiden?

        Rabu, 28 Januari 2026 9:08

        Lennart Karl dinilai layak masuk timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026

        Lennart Karl dinilai layak masuk timnas Jerman untuk Piala Dunia 2026

        Rabu, 24 Desember 2025 9:59

        Generasi QRIS di era cashless society

        Generasi QRIS di era cashless society

        Selasa, 28 Oktober 2025 11:12

        Mencari jalan keluar beban utang Whoosh

        Mencari jalan keluar beban utang Whoosh

        Sabtu, 18 Oktober 2025 17:14

    • Foto
      • FESTIVAL BALON UDARA DI GORONTALO

        FESTIVAL BALON UDARA DI GORONTALO

        Minggu, 7 September 2025 12:53

        Peluncuran New Yamaha NMAX TURBO

        Peluncuran New Yamaha NMAX TURBO

        Rabu, 12 Juni 2024 17:32

        AKSI DAMAI PERINGATI HARI PENDIDIKAN NASIONAL

        AKSI DAMAI PERINGATI HARI PENDIDIKAN NASIONAL

        Jumat, 3 Mei 2024 8:07

        MEGAHNYA KAPAL TEMBAGA DI DANAU PERINTIS

        MEGAHNYA KAPAL TEMBAGA DI DANAU PERINTIS

        Sabtu, 27 Januari 2024 19:47

        UPACARA HUT KE-78 REPUBLIK INDONESIA DI GORONTALO

        UPACARA HUT KE-78 REPUBLIK INDONESIA DI GORONTALO

        Kamis, 17 Agustus 2023 15:58

    • Infografik
    • Video
      • Satgas Pangan Gorontalo tinjau harga bapok di pasar jelang Ramadhan

        Satgas Pangan Gorontalo tinjau harga bapok di pasar jelang Ramadhan

        Selasa, 3 Februari 2026 21:21

        Panen raya Lapas Gorontalo, dari warga binaan untuk ketahanan pangan

        Panen raya Lapas Gorontalo, dari warga binaan untuk ketahanan pangan

        Kamis, 15 Januari 2026 22:58

        Saat akses terputus, Brimob Gorontalo pastikan anak tetap sekolah

        Saat akses terputus, Brimob Gorontalo pastikan anak tetap sekolah

        Rabu, 14 Januari 2026 23:34

        Tim gabungan lakukan pengawasan pangan jelang Natal di Gorontalo

        Tim gabungan lakukan pengawasan pangan jelang Natal di Gorontalo

        Selasa, 16 Desember 2025 16:00

        Bank Indonesia pastikan ketersediaan Rupiah jelang Natal di Gorontalo

        Bank Indonesia pastikan ketersediaan Rupiah jelang Natal di Gorontalo

        Senin, 15 Desember 2025 17:42

    Restrukturisasi utang Whoosh dan pergeseran kerja sama infrastruktur

    Rabu, 29 Oktober 2025 8:04 WIB

    Restrukturisasi utang Whoosh dan pergeseran kerja sama infrastruktur

    Calon penumpang Kereta Cepat Whoosh berfoto dengan latar belakang bendera Merah Putih di Peron Stasiun Kereta Cepat Halim, Jakarta Timur, Minggu (17/8/2025). PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memberikan souvenir kepada penumpang dan membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 210 meter di peron Stasiun dalam rangka memperingati HUT ke-80 RI. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/bar

    Jakarta (ANTARA) - Oktober 2023 ditandai terobosan historis dalam pembangunan infrastruktur kawasan Asia Tenggara, ketika mantan Presiden Indonesia, Joko Widodo, bersama Perdana Menteri Tiongkok saat itu, Li Qiang, meresmikan Kereta Cepat Jakarta – Bandung (Whoosh).

    Dengan kecepatan 350 kilometer per jam, waktu tempuh antara dua kota ini dipangkas dari tiga jam menjadi hanya 40 menit. Proyek ini juga menghasilkan transfer teknologi yang melahirkan tim insinyur lokal Indonesia, serta mendorong terbentuknya koridor ekonomi di sepanjang jalur.

    Namun, belum genap dua tahun kemudian, Kantor Berita Antara mempublikasikan laporan panjang yang secara jujur mengungkap tekanan keuangan proyek tersebut: biaya konstruksi sebesar 7,2 miliar dolar AS, beban bunga tahunan hampir Rp2 triliun, kerugian Rp1,6 triliun pada semester pertama tahun 2025, serta volume penumpang yang masih jauh di bawah harapan.

    Angka-angka tersebut memicu perhatian luas, baik di dalam maupun luar negeri. Namun, penting untuk diluruskan bahwa ini bukan kisah tentang proyek yang “gagal”, melainkan fenomena normal dari proyek infrastruktur besar yang sedang memasuki masa penyesuaian operasional.

    Studi Bank Dunia menunjukkan bahwa proyek kereta cepat di negara berkembang umumnya membutuhkan waktu 5 hingga 10 tahun untuk mencapai keseimbangan operasi. Bahkan Shinkansen Jepang pun pernah mengalami kekurangan penumpang dan tekanan keuangan pada tahap awal.

    Kuncinya bukanlah apakah kesulitan muncul, tetapi bagaimana menghadapi tantangan tersebut dengan sikap pragmatis dan mengubahnya menjadi keuntungan jangka panjang. Dimulainya negosiasi restrukturisasi utang proyek Whoosh justru mencerminkan kematangan kedua negara dalam menghadapi masalah secara terbuka dan bekerja sama mencari solusi.

    Kesenjangan antara Perencanaan dan Realitas

    Kesulitan keuangan proyek Whoosh disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, tetapi sumber utamanya terletak pada kelemahan dalam perencanaan dan pembangunan infrastruktur pendukung, bukan pada model pembiayaannya.

    Pertama, keterputusan antara proyeksi permintaan dan pengembangan pasar. Realisasi penumpang selama tahun 2024 hanya mencapai sekitar 6 juta orang, jauh di bawah target, dengan pendapatan kotor tahunan kurang dari Rp 1,5 triliun, tidak cukup untuk menutupi beban bunga Rp2 triliun per tahun.

    Kesalahan mendasar di sini adalah Indonesia meremehkan biaya waktu yang dibutuhkan untuk membentuk pasar baru. Kereta cepat, sebagai moda transportasi baru, memerlukan strategi jangka panjang seperti promosi tiket murah, peningkatan layanan, dan edukasi publik agar menjadi pilihan utama masyarakat. Shinkansen Jepang pun butuh waktu lima tahun untuk membangun basis penumpang yang stabil.

    Masalah yang lebih serius adalah absennya konektivitas last mile. Stasiun Tegalluar terletak jauh dari pusat Kota Bandung, sementara transportasi penghubung seperti LRT, bus khusus, dan terminal taksi belum tersedia. Akibatnya, penumpang harus menambah 30–40 menit perjalanan menuju pusat kota, sehingga keunggulan waktu kereta cepat menjadi tidak relevan.

    Kedua, kelemahan dalam pengendalian biaya dan kapasitas manajemen. Biaya proyek meningkat dari 6 miliar menjadi 7,2 miliar dolar AS —kenaikan 20% yang umum terjadi pada proyek infrastruktur besar, tetapi tetap perlu ditelusuri.

    Perlu digarisbawahi bahwa struktur pembiayaan proyek ini sebenarnya adalah pengaturan komersial yang wajar. China Development Bank memberikan 75% pinjaman dengan suku bunga dan tenor yang sesuai standar internasional. Indonesia memilih skema ini karena lembaga keuangan Barat dan Japan International Cooperation Agency (JICA) menawarkan syarat yang lebih ketat, bahkan menolak mendanai proyek tersebut. Oleh karena itu, menyalahkan “syarat pinjaman Tiongkok yang berat” tidak berdasar.

    Rasionalitas Restrukturisasi Utang

    Permintaan pemerintah Indonesia kepada Tiongkok untuk memperpanjang tenor, menurunkan bunga, atau memberi masa tenggang dianggap oleh sebagian pihak sebagai bukti “jebakan utang”. Padahal, restrukturisasi adalah praktik umum dalam proyek infrastruktur besar dan mencerminkan respons rasional terhadap dinamika pasar.

    Penelitian Bank Dunia dan ADB menunjukkan bahwa 30–40% proyek infrastruktur di negara berkembang memerlukan penyesuaian utang pada tahap awal operasi, karena faktor seperti perpanjangan waktu konstruksi, fluktuasi permintaan, dan perubahan kebijakan.

    Restrukturisasi tidak berarti kegagalan, tetapi bagian dari mekanisme manajemen risiko keuangan. Jepang pun telah melakukan restrukturisasi utang dalam beberapa proyek luar negerinya, seperti proyek jalan tol Utara -- Selatan di Vietnam. Hal yang penting adalah prosesnya harus berbasis data keuangan transparan, penilaian independen, dan negosiasi setara.

    Pertimbangan Tiongkok wajar. Sebagai kreditur, Tiongkok berhak bersikap hati-hati terhadap permintaan restrukturisasi. Jika terlalu longgar, bisa memicu efek domino di negara lain penerima pinjaman “Belt and Road”, merusak kredibilitas lembaga keuangan Tiongkok.

    Namun, Tiongkok tidak menutup diri terhadap fleksibilitas. Dalam kasus Sri Lanka dan Zambia, Tiongkok telah menunjukkan sikap pragmatis dengan opsi seperti penjadwalan ulang, pemotongan bunga, atau konversi utang menjadi ekuitas.

    Dalam kasus Whoosh, yang paling penting bagi Tiongkok adalah adanya peningkatan nyata di pihak Indonesia dalam efisiensi operasi, pembangunan infrastruktur pendukung, dan perluasan pasar, bukan sekadar permintaan keringanan utang.

    Langkah proaktif Indonesia.

    Hal yang patut diapresiasi adalah sikap reflektif dari pihak Indonesia. Dalam artikelnya, sumber resmi mengakui bahwa perencanaan proyek terlalu optimistis, konektivitas transportasi masih lemah, dan kapasitas tata kelola perlu ditingkatkan.

    Pemerintah juga mengajukan rencana konkret, seperti mempercepat pembangunan kawasan Transit-Oriented Development (TOD), menerapkan teknologi pemeliharaan prediktif, integrasi antar moda transportasi, dan reformasi struktur tata kelola PT KAI. Jika langkah-langkah ini berjalan, kondisi keuangan proyek dapat membaik dalam 3–5 tahun.

    Dengan demikian, restrukturisasi utang harus dipahami sebagai penyesuaian bisnis berdasarkan informasi pasar baru, bukan sebagai “jebakan utang” atau “aksi penyelamatan”.

    Prospek Model TOD

    Harapan pemerintah Indonesia terhadap pengembangan kawasan berbasis transportasi (TOD) untuk menutupi defisit operasional adalah langkah tepat. Adapun tantangannya terletak pada eksekusi.

    Belajar dari pengalaman internasional, sekitar 35% laba JR East Jepang berasal dari bisnis properti, ritel, dan periklanan di sekitar stasiun. MTR Hong Kong bahkan menjadi contoh sukses global dengan model “rail + property” yang menghasilkan keuntungan berkelanjutan tanpa subsidi pemerintah.

    Taiwan High-Speed Rail juga memperbaiki kondisi keuangannya melalui pengembangan kawasan stasiun. Ciri bersama keberhasilan ini adalah: sistem hak tanah yang jelas, eksekusi perencanaan yang efisien, dan pasar konsumsi yang matang.

    Kawasan di sekitar Stasiun Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai TOD. Dengan pertumbuhan kawasan metropolitan Jakarta dan Bandung, nilai tanah di sekitar jalur pun meningkat.

    Jika pemerintah dapat menjamin kepastian hukum, kemudahan perizinan, dan kebijakan yang stabil, maka, baik investor Tiongkok, pengembang lokal, maupun modal internasional akan tertarik.

    Namun, Indonesia perlu menghindari dua jebakan: perilaku oportunistik pemerintah daerah yang menyebabkan tata ruang kacau, serta spekulasi properti berlebihan yang menciptakan “kota hantu” baru.

    Pendekatan yang lebih realistis adalah pengembangan bertahap, dimulai dari Stasiun Halim yang memiliki nilai komersial tertinggi. Setelah membangun satu contoh sukses, model ini dapat diperluas ke lokasi lain.

    Selain properti, TOD juga dapat mencakup kawasan industri, pusat logistik, dan fasilitas konvensi, agar benar-benar menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru.

    Evolusi Model Kerja Sama Infrastruktur

    Pengalaman Whoosh telah mendorong penyempurnaan model kerja sama infrastruktur luar negeri Tiongkok —sebuah evolusi alami, bukan koreksi.

    Sebelumnya, proyek-proyek Tiongkok berfokus pada konstruksi dan menyerahkan operasi sepenuhnya kepada tuan rumah setelah selesai. Kasus Whoosh menunjukkan keterbatasan pendekatan ini. Negara berkembang dapat meningkatkan kemampuan konstruksi melalui transfer teknologi, tetapi butuh waktu lebih lama untuk menguasai operasi.

    Karena itu, ke depan, Tiongkok dapat terus berpartisipasi pada tahap operasi melalui joint venture, manajemen berbagi, dan pembagian hasil—tentu dengan tetap menghormati kedaulatan negara tuan rumah.

    Dari kesepakatan bilateral ke kolaborasi multilateral.

    Jika restrukturisasi utang Whoosh dapat dilakukan dalam kerangka lembaga seperti AIIB atau ADB, hasilnya akan lebih transparan dan kredibel. Lembaga-lembaga ini dapat menyediakan penilaian independen dan dukungan teknis. Tiongkok juga telah mendorong AIIB untuk lebih aktif dalam proyek “Belt and Road”, yang akan memperkuat tata kelola dan reputasi internasional proyek.

    Transformasi yang lebih mendalam adalah kesadaran bahwa modal dan teknologi saja tidak cukup. Tiongkok perlu membantu negara mitra membangun kapasitas kelembagaan, termasuk manajemen proyek, operasi, dan pengembangan pasar.

    Ini bisa dilakukan melalui pusat pelatihan regional, pengiriman ahli jangka panjang, serta program beasiswa bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar manajemen perkeretaapian di Tiongkok.

    Menafsir Ulang Modernisasi

    Kasus Whoosh menyoroti ketegangan antara hak negara berkembang untuk mengejar modernisasi dan batasan objektif realitas.

    Indonesia, dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan populasi lebih dari 280 juta, berhak menentukan jalur pembangunannya sendiri. Kereta cepat bukan sekadar alat transportasi, tetapi simbol kapasitas industri, kemajuan teknologi, dan citra nasional.

    Kritik yang mengatakan Indonesia “tidak perlu kereta cepat” mencerminkan pandangan paternalistik. Namun, hak untuk berkembang tidak berarti mengabaikan realitas: proyek kompleks seperti kereta cepat memerlukan perencanaan matang, institusi yang efisien, dan pasar yang siap.

    Tekanan keuangan yang dihadapi saat ini adalah biaya belajar dari proses modernisasi, bukan kegagalan arah pembangunan.

    Jika Indonesia dapat menjadikan pengalaman Whoosh sebagai pelajaran untuk memperkuat perencanaan, pelaksanaan, dan operasi proyek besar secara sistemik, maka biaya jangka pendek ini akan menjadi investasi jangka panjang yang berharga.

    Tekanan keuangan proyek Whoosh bukanlah akhir, melainkan proses penyesuaian penting dalam pendalaman kerja sama infrastruktur Tiongkok – Asia Tenggara. Ia mengingatkan kita bahwa proyek besar bukan hanya urusan teknik, melainkan sistem kompleks yang melibatkan perencanaan, pembiayaan, operasi, dan dampak sosial.

    Secara makro, proyek Whoosh adalah simbol transisi Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI) dari tahap idealisme menuju kedewasaan. Di fase awal, semangat tinggi sering kali disertai kekurangan pengalaman; kini, dengan pengalaman hampir satu dekade, kerja sama Tiongkok dan mitranya menjadi lebih pragmatis, hati-hati, dan profesional.

    Dimulainya negosiasi restrukturisasi utang justru menjadi bukti kedewasaan itu —tanpa saling menyalahkan, kedua pihak duduk bersama mencari solusi. Jika dari proses ini lahir mekanisme kerja sama baru yang lebih efektif, maka Rp115 triliun investasi itu bukanlah beban, melainkan biaya pembelajaran menuju kemitraan yang lebih matang.

    Tidak ada jalan menuju kemakmuran yang benar-benar lurus dan mulus. Yang penting bukan menghindari semua kegagalan, tetapi kemampuan untuk belajar dari setiap tantangan, mengubah pengalaman menjadi kebijakan, dan kesalahan menjadi kemajuan.

    Dalam arti ini, kisah Whoosh belum berakhir. Bab-bab berikutnya tentang restrukturisasi utang, efisiensi operasi, dan penerapan TOD, justru akan menjadi bagian yang paling menarik.

    *) Pan Yue Ph.D, Associate Research Fellow, School of International Relations, Academy of Overseas Chinese Studies, Jinan University



    Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Restrukturisasi utang Whoosh dan pergeseran kerja sama infrastruktur

    Pewarta: Pan Yue, Ph.D *)
    Editor : Debby H. Mano
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

    • Whatsapp
    • facebook
    • twitter
    • email
    • pinterest
    • print

    Berita Terkait

    KCIC prediksi jumlah penumpang Whoosh capai 23 ribu orang

    KCIC prediksi jumlah penumpang Whoosh capai 23 ribu orang

    24 Desember 2025 12:57

    Stasiun KCIC mulai padat oleh calon penumpang sejak Rabu pagi

    Stasiun KCIC mulai padat oleh calon penumpang sejak Rabu pagi

    24 Desember 2025 12:55

    KCIC tambah ketersediaan kursi hingga 37.200 selama libur Nataru

    KCIC tambah ketersediaan kursi hingga 37.200 selama libur Nataru

    19 Desember 2025 18:06

    KPK telusuri lahan di sepanjang rute Whoosh

    KPK telusuri lahan di sepanjang rute Whoosh

    4 Desember 2025 11:42

    Danantara isyaratkan ajak Purbaya negosiasi utang Whoosh pada Desember

    Danantara isyaratkan ajak Purbaya negosiasi utang Whoosh pada Desember

    26 November 2025 12:07

    KCIC: Perjalanan rombongan Whoosh meningkat signifikan pada November

    KCIC: Perjalanan rombongan Whoosh meningkat signifikan pada November

    19 November 2025 18:09

    Danantara bersama pemerintah berbagi peran tangani utang Whoosh

    Danantara bersama pemerintah berbagi peran tangani utang Whoosh

    12 November 2025 07:19

    Whoosh layani 600 ribu lebih wisatawan mancanegara sejak beroperasi

    Whoosh layani 600 ribu lebih wisatawan mancanegara sejak beroperasi

    5 November 2025 08:08

    Top News

    • Polairud Gorontalo bersama unsur terkait operasi sampah di pantai

      Polairud Gorontalo bersama unsur terkait operasi sampah di pantai

      3 jam lalu

    • Gorontalo perkuat kemandirian pangan melalui hilirisasi ternak ayam

      Gorontalo perkuat kemandirian pangan melalui hilirisasi ternak ayam

      3 jam lalu

    • Lebih dari 200 formasi, Pemerintah buka rekrutmen guru Sekolah Garuda

      Lebih dari 200 formasi, Pemerintah buka rekrutmen guru Sekolah Garuda

      15 jam lalu

    • Wamenkes: RS tidak boleh tolak pasien cuci darah BPJS PBI nonaktif

      Wamenkes: RS tidak boleh tolak pasien cuci darah BPJS PBI nonaktif

      15 jam lalu

    • Bawaslu Kabupaten Gorontalo komitmen perketat pengawasan non tahapan

      Bawaslu Kabupaten Gorontalo komitmen perketat pengawasan non tahapan

      4 Februari 2026 22:09

    Antara News gorontalo
    gorontalo.antaranews.com
    Copyright © 2026
    • Top News
    • Terkini
    • RSS
    • Twitter
    • Facebook
    • Kabar Gorontalo
    • Peristiwa
    • Ekonomi
    • Internasional
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Teknologi
    • Artikel
    • Ketentuan Penggunaan
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kebijakan Privasi
    • BrandA
    • ANTARA Foto
    • Korporat
    • PPID
    • www.antaranews.com
    • Antara Foto
    • IMQ
    • Asianet
    • OANA
    notification icon
    Dapatkan Berita Terkini khusus untuk anda dengan mengaktifkan notifikasi Antaranews.com