Moskow (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis (8/1) meminta agar BRICS dan Kelompok Tujuh (G7) tidak menjadi blok yang saling bersaing.
"Sejalan dengan upaya mengatasi ketidakseimbangan global di G7, prioritas kami yakni melakukan segala upaya untuk menghindari fragmentasi dunia, mencegah G7 berubah menjadi klub anti-China, klub yang memecah belah dunia, atau klub anti-BRICS, dan memastikan BRICS tidak menjadi klub anti-G7," kata Macron dalam pidato tahunannya di hadapan para para duta besar Prancis yang disiarkan Istana Elysee di X.
Macron menekankan bahwa seandainya kedua asosiasi ini saling bersaing, maka akan muncul sebuah skenario terburuk.
BRICS merupakan organisasi antar pemerintah yang awalnya didirikan oleh Rusia, China, India, dan Brazil pada 2006 dan Afrika Selatan baru bergabung pada 2011. Sejak awal 2024, sejumlah negara lainnya juga bergabung dengan blok tersebut.
Sebelumnya, Ajudan Presiden Rusia Yuri Ushakov menyatakan bahwa Belarus, Bolivia, Kazakhstan, Thailand, Kuba, Uganda, Malaysia, Uzbekistan, dan sejumlah negara lainnya secara resmi menjadi negara mitra BRICS mulai 1 Januari 2025.
Pada saat itu juga pemerintah Brazil, yang saat itu memegang kepresidenan BRICS, mengumumkan bahwa Indonesia telah bergabung dengan kelompok antar pemerintah tersebut sebagai anggota penuh.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Macron minta BRICS dan G7 tidak jadi blok yang saling bersaing
