Gorontalo (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Gorontalo berhasil mengendalikan inflasi dengan mencatatkan angka inflasi tahunan (year on year) sebesar 2,52 persen pada Desember 2025.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail di Gorontalo, Selasa mengatakan hasil tersebut merupakan keberhasilan menjaga stabilitas ekonomi, sehingga capaian ini menempatkan Gorontalo dalam 10 provinsi dengan angka inflasi terendah.
Data tersebut dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri secara daring.
Gusnar mengatakan meskipun secara tahunan terkendali, inflasi bulanan (month to month) Gorontalo tercatat sebesar 0,88 persen atau sedikit di atas nasional yang sebesar 0,64 persen.
Secara kewilayahan, inflasi di Provinsi Gorontalo dipicu oleh pergerakan harga di dua daerah pantauan utama.
Kota Gorontalo mencatat inflasi bulanan 0,73 persen, sementara Kabupaten Gorontalo mencatat 0,99 persen.
Memasuki pekan keempat Januari 2026, kondisi harga di pasar mulai menunjukkan tren penurunan yang menggembirakan.
Hal ini terlihat dari Indeks Perkembangan Harga (IPH) Provinsi Gorontalo yang mengalami penurunan harga sebesar -2,66.
Perkembangan inflasi nasional secara berada pada angka 2,92 persen.
Komoditas seperti emas perhiasan, ikan segar dan beras masih menjadi penyumbang utama inflasi tahunan.
"Saya berharap inflasi di Gorontalo dapat terus dikendalikan. Ini tentu menjadi kerja keras kita bersama yang diharapkan bermuara pada kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Gusnar.
