Istanbul (ANTARA) - Pejabat senior Iran, Senin (2/2) menegaskan tidak ada rencana untuk memindahkan uranium Iran yang telah diperkaya ke negara lain.
“Pejabat Iran tidak memiliki niat untuk mentransfer material nuklir yang diperkaya ke luar negeri,” kata Ali Bagheri, Deputi Urusan Kebijakan Luar Negeri Sekretariat Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, seperti dikutip kantor berita negara IRNA.
Ia menambahkan bahwa perundingan yang berlangsung pada dasarnya tidak berfokus pada isu tersebut.
Pada hari yang sama, Kremlin kembali menyampaikan tawaran untuk memproses atau menyimpan uranium Iran yang diperkaya, sebagai upaya meredakan ketegangan antara Teheran dan Washington.
“Topik ini sudah lama masuk dalam agenda,” kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov.
“Rusia telah cukup lama menawarkan jasanya sebagai salah satu opsi yang dapat menghilangkan sejumlah faktor yang menimbulkan ketegangan bagi beberapa negara,” ujarnya.
Ketegangan antara Teheran dan Washington meningkat sejak pecahnya aksi protes anti-pemerintah di Iran pada akhir Desember. Situasi tersebut diperburuk dengan laporan bahwa armada militer Amerika Serikat bergerak menuju kawasan tersebut, sebagaimana diumumkan Presiden Donald Trump.
Trump memastikan bahwa sebuah “armada besar” militer AS sedang menuju kawasan itu, sembari memperingatkan Iran agar bersedia berunding mengenai program nuklirnya atau menghadapi potensi aksi militer.
Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas diplomatik meningkat, dengan sejumlah negara kawasan, termasuk Turkiye, turut melakukan intervensi untuk meredakan ketegangan antara kedua negara.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Iran tegaskan tak akan transfer uranium yang diperkaya ke luar negeri
