Jakarta (ANTARA) - Jumlah pendanaan program Just Energy Transition Partnerships (JETP) dan Asia Zero Emission Community (AZEC) yang dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi hijau Indonesia hingga kini mencapai 3,5 miliar dolar AS (Rp58,79 triliun, kurs = Rp16.799).
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan total alokasi pembiayaan hijau dari program JETP untuk Indonesia mencapai 21,4 miliar dolar AS (Rp359,49 triliun), sementara program AZEC memberikan alokasi senilai 500 juta dolar AS (Rp8,39 triliun).
“Percepatan program AZEC dan JETP merupakan komitmen Indonesia untuk merealisasikan ekonomi hijau dan dekarbonisasi… Dari kedua program tersebut, kami sudah memanfaatkan hampir 3,5 miliar dolar AS,” ujar Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa.
Selain mencari pendanaan internasional, ia mengatakan, pemerintah juga sudah mempersiapkan alokasi APBN Tahun Anggaran (TA) 2026 untuk penguatan ketahanan energi, termasuk melalui pengembangan ekonomi hijau, sebesar Rp404,2 triliun (23,95 miliar dolar AS).
Untuk mewujudkan ketahanan energi tersebut, pemerintah saat ini tengah mempersiapkan dan mengembangkan sejumlah proyek hijau, salah satunya Green Energy Corridor Sulawesi (GECS) dan Green Bond Development Facility (GBDF) yang dibiayai oleh JETP.
Pemerintah juga berupaya untuk memanfaatkan potensi energi baru terbarukan (EBT) yang tercatat mencapai 3.686 Gigawatt (GW) untuk pembangunan jaringan listrik hijau (green supergrid) sepanjang 70 kilometer (km).
Melalui Danantara Indonesia, pemerintah juga berkomitmen untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau waste-to-energy yang rencananya akan dimulai pada Maret 2026.
Airlangga menuturkan, hilirisasi industri baterai kendaraan listrik dan panel surya, pengembangan bahan bakar nabati B40 hingga B50, Sustainable Aviation Fuels (SAF), hidrogen, ammonia hijau, serta penerapan teknologi Carbon Capture and Storage/Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCS/CCUS) juga sedang ditingkatkan.
Ia menyampaikan, pengembangan ekonomi hijau tersebut diproyeksikan mampu menciptakan hingga 4,4 juta lapangan kerja baru hingga 2029, yang didukung melalui program magang dan pengembangan keterampilan berkelanjutan.
“Pemerintah berkomitmen untuk merealisasikan ketahanan energi sebagai prioritas utama nasional, seiring dengan penguatan ketahanan pangan,” ucap Airlangga.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Indonesia manfaatkan 3,5 miliar dolar AS pendanaan hijau JETP, AZEC
