Jakarta (ANTARA) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menyebut program Manasik Haji Nasional yang digelar secara serentak pada Rabu, menekankan komitmen penyelenggaraan haji yang ramah lanjut usia (lansia), disabilitas, dan perempuan.
“Ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah sejak dari tanah air,” ujar Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu.
Puji mengatakan, perhatian khusus diberikan kepada jamaah lansia, penyandang disabilitas, perempuan, serta jemaah dengan komorbid, sesuai dengan demografi jamaah calon haji Indonesia saat ini.
Manasik haji nasional ini, tambah dia, bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif agar jamaah mampu beribadah secara mandiri dan sah, sekaligus menyiapkan mental dan fisik dalam menghadapi dinamika pelaksanaan ibadah haji di Arab Saudi.
“Melalui manasik ini, jamaah tidak hanya memahami tata cara ibadah, tetapi juga siap secara mental, fisik, dan pengetahuan,” katanya.
Menurutnya, konsep haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan merupakan respon atas kondisi riil jamaah calon haji Indonesia yang sebagian besar didominasi kelompok rentan.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah berupaya memastikan mereka dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan bermartabat, tanpa mengurangi keabsahan ibadah.
Manasik Haji Nasional ini dilaksanakan secara hybrid, diikuti oleh 2.200 calon haji secara luring dari provinsi DKI Jakarta dan 201.120 calon haji secara daring melalui Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah di seluruh Indonesia. Pelaksanaan hybrid ini memungkinkan jangkauan layanan edukasi yang lebih luas dan merata.
Puji menegaskan selain penguatan materi manasik, manasik ini juga menekankan pentingnya istithaah kesehatan sebagai syarat utama keberangkatan haji.
"Jamaah dibekali pemahaman mengenai hak dan larangan selama berhaji, termasuk pemanfaatan rukhshah (keringanan) bagi jamaah lansia dan disabilitas sesuai ketentuan syariat," kata dia.
Tak kalah penting, kata dia, manasik haji nasional ini juga menanamkan kesadaran bahwa setiap jamaah haji Indonesia memiliki peran sebagai duta bangsa, yang membawa nama baik Indonesia melalui sikap, perilaku, dan kedisiplinan selama berada di Tanah Suci.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenhaj: Manasik haji tekankan komitmen ramah Lansia
