Gorontalo, (ANTARA GORONTALO) - Tim Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Gorontalo Utara, siaga mengantisipasi bencana alam, yang bisa saja terjadi di beberapa titik rawan bencana daerah itu.
Koordinator Tagana Gorontalo Utara, Risan Demanto, Rabu, mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), melakukan patroli di 18 titik rawan bencana yang tersebar di 11 kecamatan, seperti Kwandang, Sumalata, Atinggola dan Tolinggula.
Menghadapi cuaca ekstrim saat ini, seperti angin kencang dan curah hujan yang sangat tinggi, kata Risan, membuat pihaknya menyiagakan anggota Tagana turun berpatroli dan melaporkan kondisi cuaca bahkan berbagai kejadian potensi bencana secara tanggap dan cepat.
Mengingat wilayah geografis daerah ini sangat berjauhan antara satu kecamatan dengan kecamatan lainnya, dan ibu kota kabupaten, sehingga komunikasi tanggap darurat bencana menjadi prioritas.
"Tagana akan proaktif dan siap siaga mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan, menghadapi cuaca ekstrim saat ini," Ujar Risan.
Pada 1 Januari 2013, pihak Tagana berhasil melakukan evakuasi korban banjir di Kecamatan Atinggola, dengan jumlah korban mencapai 202 kepala keluarga (KK), atau 500 jiwa.
Tersebar di Desa Iloheluma sebanyak 191 KK, dan Desa Imana 11 KK.
Dimana penyebab banjir diakibatkan meluapnya air sungai di wilayah itu, yang masuk merendam pemukiman warga.
"Seluruh korban banjir telah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah yang disalurkan Dinas Sosial setempat, bekerjasama dengan Tagana kabupaten," Ujar Risan. (Santi Sako)
