Kota Gorontalo (ANTARA) - Sebanyak 120 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Gorontalo dengan latar belakang tindak pidana narkotika mengikuti kegiatan rehabilitasi Pemasyarakatan di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jumat.
Kepala Bidang Pelayanan Tahanan, Kesehatan, Rehabilitasi, Pengelolaan Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara, dan Keamanan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Gorontalo Fathorros mengatakan kegiatan itu menandai langkah besar dalam perang melawan narkoba.
"Program rehabilitasi ini idealnya dilaksanakan oleh Lapas khusus Narkotika. Namun, karena di daerah Gorontalo belum ada Lapas Narkotika, maka Lapas Gorontalo dipilih dan dipercaya untuk menjadi tempat diselenggarakannya program rehabilitasi pemasyarakatan yang sangat penting ini," ucap Fathorrosi.
Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra yang telah bersedia berkolaborasi mendukung program rehabilitasi tersebut dan berharap akan berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang signifikan, baik bagi pemulihan warga binaan maupun sebagai tolok ukur keberhasilan bagi pihak penyelenggara," tambahnya.
Kepala Lapas Gorontalo Sulistyo Wibowo menekankan kesiapan pihaknya dalam menjalankan amanah tersebut.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh Kantor Wilayah untuk menyelenggarakan program penting ini. Lapas Gorontalo beserta seluruh tim dan mitra siap menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya," ujar Kalapas.
Kepada warga binaan peserta rehabilitasi, ia berpesan untuk mengikuti kegiatan itu dengan sungguh-sungguh.
"Karena ini adalah jalan kalian untuk pulih dan membangun kembali masa depan yang bersih dan bermartabat," ucap Kalapas.